Jingga & Biru

Jingga & Biru

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 13, 2022
"FAR FARAA" teriak Dika memasuki rumah dengan tergesa-gesa. Menelisik setiap sudut ruangan, berharap manusia yang ia cari ada disana. "Apasih?! Lo bisa kali masuk salam dulu, kebiasaan!" Ketus Fara memindahkan kue dari oven ke meja. "GUE KETERIMA DI KAMPUS IMPIAN GUE FARRR" heboh Dika saat itu juga. Ada satu hantaman keras di hati Fara, rasanya campur aduk menjadi satu. Fara menjatuhkan diri untuk duduk pada kursi samping Dika di ruang makan tersebut. Beberapa detik Fara sempat diam, mencerna kata-kata Dika. "Far? Lo gimana?" Tanya Dika dengan nada sehalus mungkin. "Eh iya, selamat yaa, gue bangga sama lo! Gue udah yakin sih dari awal kalo lo emang bisa keterima disana" sebisa mungkin ia menyembunyikan satu rasa yang tak ingin orang lain tau. "Far, lo sendiri gimana? Lo yakin ga mau kuliah?" Dika membantu Fara memasukkan beberapa kue kering ke dalam toples. Fara menarik napas panjang, berharap rasa yang ada di dalam dadanya saat ini, bisa hilang secepat mungkin. "Dika, lo tau kan gue gimana? Gue pengen kuliah juga kok. Tapi ga sekarang, mungkin tahun depan atau depannya lagi" Senyum Fara menandakan bahwa dirinya tidak sebahagia itu. Hanya sebagai penenang saja. "Lo tau? Jaman sekarang banyak banget loh beasiswa. Lo bisa kuliah pake beasiswa itu Far, lo ga perlu khawatir masalah biaya, yang penting impian lo jadi guru tercapai" "Gue udah gede kok Dik, gue tau mana yang terbaik buat diri gue sendiri dan gue harap lo bisa menghargai keputusan gue ya" "Hem okelah, lo emang udah gede. Tapi lo tetep Fara yang manja di mata gue!" Dika memasukkan sepotong kue kering ke dalam mulutnya. "Dihh, haram lo makan ga izin gue dulu. Mati kesedek baru tau rasa lo"
All Rights Reserved
#234
jingga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE STORY QIANARRA
  • Our Times (Completed)
  • WHO ?
  • My First Love [END]
  • ARKANAYYA [COMPLETED]
  • THE CLIMB [Completed]
  • My Hottest Daddy [Hottest Series#3]
  • RAFIRA
  • Sketcher's Secret
  • SUARA BIA (TAMAT)

"DOR!!" "Kampret!!!" Pekik gue kaget. Gue membalikkan badan gue. "Ishhh! Elo lagi...elo lagi! Ngagetin aja sih lu?! Kalo gue jantungan gimana?!" Dengus gue. Dia tertawa, gue akui tawa nya manis banget, MELELEHHHH gueee... Tapi harus jaga image. "Tenang, kalo Lo perlu jantung, gue bakalan kasih jantung gue buat elo kok" ucapnya di selingi tawa.. Uh! Bisa aja ini anak buat gue deg-degan. "Gembel Mulu Lo!" Cibir gue. "Btw Lo kok masih disini? Sekolah udah sepi loh" ucapnya. "Suka-suka gue lah!" Ketus gue. "Yee. Di kasih tau ngeyel! Disini ada hantu nya loh.." Hantu?? Ishhh beneran? Gue takut anjir. "Yang bener Lo?" Ucap gue, gue rasanya udah merinding ini. Dia ngangguk. "Iya! Maka dari itu Lo harus pulang, pulang bareng gue yuk!!" Ajaknya. Ah si Jampang bisa aja modusnya. "Kampret! Lo mau modus atau gimana?!" Tanya gue. "Dua-duanya, tapi bener deh, disini nih angker, Lo ngerasa merinding gak?" ❣❣❣ "Gue tau rencana Lo! Dan gue harap, setelah rencana Lo selesai! Lo jadian sama gue!" Ha? ***** Kisah cinta Qearin dengan beberapa cowok, Serta perjuangan Qearin untuk mengembalikan keceriaan Sahabat nya

More details
WpActionLinkContent Guidelines