Terobsesi Harta Menghancurkan Cinta

Terobsesi Harta Menghancurkan Cinta

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 8, 2022
Namaku Brian. Aku memulai pernikahan dengan Nita pada Maret 2016. Saat itu hubungan tampak harmonis dan baik-baik saja. Aku merasakan selayaknya suami yang dihargai, di hormati. Di Bulan Januari 2017 Istriku akhirnya hamil. Tetapi di dalam kebahagiaan itu tiba2 ada sms masuk di HP Istriku dari sseorang tidak dikenal yang kalimatnya sangat menyakitkan hati yang kebetulan aku baca "Nit, tolong suburkan anakku". Hatiku rasanya terpecah hancur.. Aku emosi dan membalas pesannya dengan rasa marah, semenjak itu aku tidak percaya lagi dengan istriku. Ketika aku konfirmasi menanyakan kepada istriku, dia selalu menjawab "jangan dengarkan orang lain. Dia berusaha merusak hubungan, toh pas mlm pertama juga berdarah sama kamu". Sampai anak itu lahir mau test DNA tidak mencukupi biaya. Dan hari demi hari rasanya Istri sudah tidak mencintaiku lg, hanya masalah sepele, emosinya sangat besar dan selalu menyebut ingin pisah. Dan sering kali aku di teror oleh lelaki yang chatting di Hp Istriku. Akhirnya aku berusha memaafkan Istriku, aku berjuang semaksimal mungkin untuk mencari nafkah, membahagiakn Istri dan anak. Walau dalam rasa lelahku, sampai rumah, Istriku sering menyebut."Aku tidak cinta sama kamu lagi". Berjalan beberapa waktu, aku mengetahui kalau istriku ada lelaki lain yang jauh lebih sukses. Aku hanya bisa bersabar. Karna aku masih sangat cinta dengan Istriku. Ibukku pun memberi saran "Le salahmu dulu udah ibuk kasih tau jangan nikah muda". Istri selalu ingin bermewah2, sedangkan aku hanya memiliki pekerjaan yang hasilnya sedikit. Tapi aku berusaha iklash. Aku bekerja 18 jam sehari..Kerja PT jam 8-4, mengurus online shop,Ojol. Sampai pernah kejadian aku jatuh dari kendaraan karena kelelahan dan kaki perlu perawatan 1 Bulan. Disaat aku sakit pun tersakiti, dia tidur dikamar, aku di tempatkan di ruang tamu. Terus meneteskan air mata, aku harus bagaimana supaya hubungan jadi seperti dulu?Aku merindukan kisah kita yang dulu Istriku. END
All Rights Reserved
#577
harta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TEOLOGI CINTA
  • My sister's boyfriend is my husband
  • Say You Love Me Too
  • PLEASE,,,LOVE ME BOY!! (ON GOING)
  • Halycon
  • Salah Target [Unpublish]
  • jangan sakiti aku
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • My Ex-WIFE IS BACK
  • My Baby Without Father (Di Pindahkan Ke Dreame/Innovel)

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

More details
WpActionLinkContent Guidelines