Mrs. Doctor!

Mrs. Doctor!

  • WpView
    LECTURES 33,704
  • WpVote
    Votes 783
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., mai 15, 2020
Abrianna Nathania Wijaya, seorang dokter anak berusia 26 tahun dengan parasnya yang cantik jelita yang dapat membuat siapapun akan terpikat melihatnya. Namun karena masa lalu yang pahit, Abrianna berusaha menutup diri dari lelaki manapun. Namun siapa sangka kalau wanita berparas cantik ini ternyata seorang ibu beranak satu? Hingga sesosok asing muncul dalam kehidupannya. Seorang pria berparas tampan yang tiba-tiba saja datang membuat hidupnya jadi kacau, membuat perasaannya menjadi tak menentu. Pria dengan sikapnya yang jahil, mesum, namun lucu. Dan bertekad untuk menjadikan Abrianna sebagai miliknya. Kenzo Ferdinand Almoza. So, siapa sangka hanya karena pertemuan tak terduga, hidup dokter cantik ini bisa berubah?
Tous Droits Réservés
#178
single
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • One More Taste
  • The Best Part (Completed)
  • zaya dan abrisyam [TERBIT]
  • In Bed Doctor (TAMAT)
  • Pagi Bening
  • Alina Journey [END]
  • Love Forza (End)
  • Kontrak ✅
  • I LOVE MENANTU ( COMPLICATED)

Seperti namaku, faktanya aku adalah anak dari wanita kedua dalam hidup Ayah. Walau ibuku tetaplah satu-satunya istrinya sampai ia meregang nyawa. Tapi cinta Ayah tak pernah ada untuk ibu dan untukku, kemudian aku muak menjadi anaknya. ==Abimanyu Putra Respati== Mendiang ibuku memberi nama unik padaku. Berharap kelak aku akan berguna layaknya arti dari nama yang ia beri. Tetapi Ayah tak berpikir demikian. Ayah menginginkan anak laki-laki, ia bahkan berharap hal itu sebelum ia dan ibu menikah. Namun aku terlahir sebagai perempuan, dan itu merupakan salahku. ==Ariza Sativa== To be a parent. Bagaimana mereka bisa melakukannya, jika yang terkenang akan sosok orang tua hanyalah kebencian semata. Tapi Abi dan Riza membuktikannya, mereka bisa menjadi orang tua yang lebih baik dari yang bisa orang-orang bayangkan. Setelah terusir dan terluntah bersama, takdir seakan menertawakan keduanya. Bahwa Tuhan, masih senang memberi ujian.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu