Shaqueena Rumi Hafizhah

Shaqueena Rumi Hafizhah

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Fri, May 19, 2023
╰⌲ Ini bukan kisah tentang seseorang yang sedang jatuh cinta. Bukan pula kisah seseorang yang sedang menjalin cinta. Ini bukan cerita bengenre romance, yang isinya bersangkutan dengan percintaan. Bukan. Ini adalah kisah seorang santriwati tahfizh dengan kelainan tulang patah. Shaqueena Rumi Hafizhah, kerap disapa Rumi. Seorang perempuan yang mengidap penyakit Osteogenesis Imperfecta (OI), atau dikenal juga dengan sebutan penyakit tulang patah, sejak usianya 6 tahun. Rumi adalah anak kedua dari dua bersaudara. Pada awalnya, Rumi lahir normal seperti anak pada umumnya. Namun, sejak jatuh pada usia 6 tahun, kedua orang tuanya baru menyadari bahwa di dalam tubuh Rumi ada sesuatu yang berbeda. Ternyata, Rumi mengalami tulang patah dibagian paha dan bahunya bergeser, yang lambat laun semakin memburuk, bengkok seperti celurit. Tepat pada usianya yang 11 tahun, kondisinya semakin parah. Setiap patahannya itu memiliki cerita. Rumi belajar di Pesantren Tahfizh setelah lulus SD, untuk menggapai cita-cita mulia. Menjadi seorang 'Hafizhah' seperti namanya. Setiap kali muraja'ah, ia diuji melalui rasa sakit yang dideritanya. Tak sampai di situ saja, ia kembali diuji dengan rasa kehilangan. Kedua orang tua beserta Kakaknya meninggal dunia karena kecelakaan di perjalanan setelah mengantar Rumi ke pesantren. Berjuang melawan penyakit, bukanlah tujuan utama dalam hidupnya. Tujuan utama dalam hidupnya adalah berjuang menyelesaikan serta menjaga hafalan sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Keyakinannya untuk menjadi seorang penghafal serta penjaga Al-Qur'an begitu teguh dan penuh pendirian. Tidak pernah goyah meskipun keadaan dan rintangan lainnya berusaha untuk menjadi hambatan Rumi. Bagaimana kisah Rumi pada akhirnya? Mampukah Rumi bertahan untuk tetap menyelesaikan dan menjaga hafalannya di tengah rasa sakit yang diderita olehnya? Ataukah Tuhan berkehendak lain, dengan mengakhirkan semua derita Rumi sebelum ia menyelesaikan hafalannya?
All Rights Reserved
#968
pesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Anugrah Azizah
  • Girl's
  • Raina Maramitha
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Sejatinya Cinta [ TAMAT ]
  • Cinta Dalam Do'a {SELESAI}
  • BISUAN KURSI RODA
  • Cerita kita (Tamat)
  • one day later(End)

~Teenfiction-Romance-Religi~ Cinta? Apa itu cinta? Bagiku cinta itu bulshit, hanya sekedar omong kosong. Aku bahkan nggak pernah menganggap bahwa cinta itu ada di dunia ini. Kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehan luka. -Aisyah- *** Dua pria, satu wanita. Antara sahabat dan cinta, keduanya sama-sama berarti dalam hidup. Entah memilih maju untuk memperjuangkan perasaan demi cinta atau malah memilih mundur merelakan perasaan demi sahabat. Keduanya memang pilihan yang sulit, tapi lebih sulit lagi ketika mengetahui bahwa wanita yang mereka cintai adalah wanita yang phobia tentang segala hal yang berhubungan dengan cinta. "Coba sebutkan satu kata yang mendefinisikan cinta menurut lo". "Bulshit". "Kenapa lo bisa nyimpulin kalau cinta itu bulshit?". "Ya emang kenyataannya gitu kan. Cinta itu cuman omong kosong. Nggak ada yang bisa dipercayai di dalam cinta". "Jadi lo benar-benar gak percaya kalau cinta itu ada?". "Iya, kalaupun cinta itu ada, itu tidak lain hanyalah sesuatu yang menorehkan luka". "Sekarang mungkin lo nggak percaya kalau cinta itu benar-benar ada, tapi suatu saat nanti lo akan menyesali perkataanmu itu. Tunggu aja Syah, akan kubuat lo benar-benar merasakan cinta dengan cara gue sendiri hingga lo lupa akan rasa sakit di dalamnya". *** Akankah Aisyah benar-benar akan merasakan cinta? Akankah mindset Aisyah akan berubah tentang cinta? Atau malah lebih memilih mementingkan egonya untuk tidak akan pernah merasakan sesuatu bernama cinta? Ikuti kisahnya dan kamu akan mendapatkan jawabannya. Siapin tissue yang banyak karena cerita ini akan mengajarkanmu arti sabar, ikhlas, dan bersyukur, serta mengajarkan arti cinta sesungguhnya. Cerita ini diadaptasi dari kisah nyata dengan dibumbui sedikit cerita fiksi untuk melengkapi kisah nyata yang kurang lengkap.

More details
WpActionLinkContent Guidelines