Posesif Family

Posesif Family

  • WpView
    Reads 264,792
  • WpVote
    Votes 3,597
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 19, 2024
"Damian.. Damian" Ucapnya menggelengkan kepala, setelah membuka pintu mobil Damian, ia terkekeh miris melihat kondisi Damian yang penuh luka. "Mau apa kau" Desis Damian yang masih setengah sadar, ia mempererat pelukannya pada Cia yang tak sadarkan diri dengan luka di keningnya. "Kehancuranmu" Lirih nya, ia mengambil Cia dari pelukan Damian yang sudah tak lagi sadarkan diri. -------------------------------------------------- Piw piw hehe Penasaran? Kuy langsung baca saja • Selamat membaca 🤍 • Dilarang plagiat!! • Jangan lupa Vote dan komennyaa • trimakasih
All Rights Reserved
#759
tengil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Horibble Woman (END)
  • Paradise
  • Sweet Nothing
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Sejenak Luka
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • Be Mine! 'obsessed With You'||BxB(yaoii)🔞⚠ {ON GOING}
  • MY BABY BOYFIE [END]
  • Apology [Completed]

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines