We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bukan Rekayasa

Bukan Rekayasa

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 9, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Bukan Rekayasa Kisah berdasarkan lagu Lembaran baru yang dipopulerkan oleh Fasabaqna Group. Andini, seorang gadis yang bingung mencari jati diri dan berkata, sungguh hidupku sia-sia, umurku hilang tanpa makna. Dia menghabiskan umurnya tanpa ada manfaat dalam hidupnya. Waktunya hilang tak bermakna. Seraya menghamburkan seluruh harta, ia membiarkan waktu mudanya hilang hanya untuk berfoya-foya. Dia hidup dalam kelalaian, membiarkan dirinya tenggelam dalam kebingungan. Suatu hari ia bercermin dan tersadar akan dirinya yang hina nyaris tak ada kebaikan pada jiwanya. Senantiasa dalam kebathilan. Ia pun sadar akan dirinya, mencari siapakah Tuhan-Nya. Disitulah ia merasakan dunia yang penuh makna. Ditinggalkannya kebathilan, dijadikannya agama sebagai cahaya. Ia terlelap dalam pencarian jati dirinya yang telah hilang. Menangis dengan penuh penyesalan dan mengetuk pintu pengampunan. Dengan menjalani hidup penuh semangat berharap waktu bisa kembali. Walau itu hanya sesaat. 'Tuk menghapus masa-masa yang telah dilalui dan memulai hidup yang penuh arti.
All Rights Reserved
#9
lovrinzwritingchallengebatch02
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Antara aku dan dunia
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • Time Loop
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • False Hopes
  • I Became The Antagonist
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • You are in my past and my future [END]

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines