Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Broken Home

Broken Home

  • WpView
    LECTURAS 8
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida dom, ene 9, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
dari judul nya mungkin sudah tidak asing, 'Broken Home'. Kisah ini dari seorang gadis yang selalu mengikuti semua perkataan orang tuanya. Sehari-hari nya tanpa di sadari membuat dirinya menjadi stres. Omongan pedas dari kedua orangtuanya yang membuat dia menjadi tidak percaya diri. Tania selalu dikekang untuk mendapat juara terbaik dikelas, hanya untuk disombongkan. Iya orang tua Tania akan menyombongkan hasilnya. Jika mendapat nilai jelek Tania selalu dipukul habis-habisan. Tania Nadira adalah gadis lugu tetapi sebab kejadian kekerasan oleh orangtua nya dia menjadi gadis yang cuek, pendiam, dan bar-bar. Anak akan mencontohkan apa yang sering orang tua nya lakukan. Sampai suatu saat orang tuanya akan menyesal telah mengekang anaknya sendiri. Setiap ingin berkumpul, yang pertama di omongin oleh orang tuanya adalah 'uang' padahal Tania ingin mendapat kasih sayang bukan uang. Ia sangat iri kepada teman-teman nya. Dari kecil ia selalu sendiri. Orang tuanya tidak pernah perhatian kepada-nya. TIDAK MENERIMA PLAGIAT~ JANGAN LUPA VOTE AND COMEN~
Todos los derechos reservados
#691
home
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dear of Natasya
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • LUKA
  • TRAUMA
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Pergi [ Aletha ]
  • SIMETRI

"Aku tersenyum bukan karena bahagia, tapi karena aku tak ingin kalian melihat aku runtuh." - Natasya Kirana Maharani Natasya Kirana Maharani, seorang gadis 14 tahun yang tampak ceria di luar, menyimpan lautan luka di dalam dirinya. Ia hidup di antara ketiadaan kasih sayang keluarga, dikhianati oleh satu-satunya cinta yang ia percayai, dan terjebak dalam gelapnya lorong kesehatan mental yang terus menghantuinya. Meski dunia seperti runtuh, Natasya masih bisa tersenyum. Ia mendirikan komunitas kecil di sekolah bernama Langit yang Menangis Diam-Diam, tempat di mana anak-anak lain yang juga terluka bisa menuliskan isi hati mereka tanpa takut dihakimi. Komunitas itu menjadi suara bagi mereka yang sunyi, menjadi bahu bagi mereka yang diam-diam ingin menyerah. Namun, tidak semua orang menyukai kejujuran. Komunitas itu mendapat serangan, hujatan, bahkan dihancurkan. Sahabat menjauh, pacar memilih diam, dan luka-luka lama kembali terbuka. Natasya terus bertahan. Ia terus menulis. Terus meyakinkan orang lain bahwa mereka layak hidup, meski hatinya sendiri sudah lama remuk. Hingga pada suatu malam, ketika tak ada lagi pelukan yang cukup hangat, ketika suara-suara di kepalanya terlalu bising, dan ketika senyumnya tak lagi mampu menahan air mata... Natasya memutuskan untuk meninggalkan dunia yang tak pernah benar-benar menerima keberadaannya. Ia meninggalkan surat terakhir di ruang komunitas yang dulu ia bangun: "Aku lelah menjadi kuat. Tapi aku ingin kalian tahu: kalian layak hidup, bahkan saat aku memilih berhenti." ---

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido