The Eldest

The Eldest

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 2, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Untuk anak pertama" Perjalanan kita belum usai. Air mata yang menumpuk di ujung netra siap berderai kapan saja, bahkan berdesakan di setiap langkah. Meski enggan, ada beberapa hal yang harus dilepas secara paksa. Kita akan baik-baik saja. Aku, Kau dan mereka yang diharuskan berjalan sembari memanggul beban tak berujung. Kita sama. Pernah punya impian dan cita yang harus dikesampingkan, bahkan di lenyapkan oleh keadaan. Berhenti mengeluh! Kehidupan tidak akan pernah memihak saat kita bersedih. Mereka hanya akan menertawakan, memaki bahkan membumi hanguskan harapanmu. Kikis habis air matamu! Muntahkan segala cacian yang pernah kau telan layaknya kotoran. Jadikan dirimu pribadi yang jauh lebih kuat walau tertatih dengan bantuan tongkat. Tersenyumlah Kita indah Teramat sangat
All Rights Reserved
#108
keluhkesah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Sang MATAHARI [Antologi Cerpen]
  • ALEYA~~
  • Salah Target [Unpublish]
  • WHEN DESTINED (END)
  • Kumpulan Cerpen Motivasi
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Dunia Tanpa Pelukan seorang Unnie
  • Rumah Sepasang Luka ✓

Dunia kita berbalikan. Setiap bagian derita selalu aku yang mendapatkan. Skenario Tuhan memang sangat menyakitkan. Setiap luka menyimpan kenangan. Baik dan buruk nya selalu tertanam dalam ingatan. Ada nya duka pasti ada suka. Ada nya derita pasti ada bahagia. Dunia masih berputar pada poros nya. Dengan aku yang masih mengharapkan setitik cahaya terang. "TUHAN, DIMANAKAH LETAK KEADILANMU?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines