The Eldest

The Eldest

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 2, 2023
"Untuk anak pertama" Perjalanan kita belum usai. Air mata yang menumpuk di ujung netra siap berderai kapan saja, bahkan berdesakan di setiap langkah. Meski enggan, ada beberapa hal yang harus dilepas secara paksa. Kita akan baik-baik saja. Aku, Kau dan mereka yang diharuskan berjalan sembari memanggul beban tak berujung. Kita sama. Pernah punya impian dan cita yang harus dikesampingkan, bahkan di lenyapkan oleh keadaan. Berhenti mengeluh! Kehidupan tidak akan pernah memihak saat kita bersedih. Mereka hanya akan menertawakan, memaki bahkan membumi hanguskan harapanmu. Kikis habis air matamu! Muntahkan segala cacian yang pernah kau telan layaknya kotoran. Jadikan dirimu pribadi yang jauh lebih kuat walau tertatih dengan bantuan tongkat. Tersenyumlah Kita indah Teramat sangat
All Rights Reserved
#10
titikterendah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Sang MATAHARI [Antologi Cerpen]
  • Lost Haven [END]
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Dunia Tanpa Pelukan seorang Unnie
  • WHEN DESTINED (END)
  • ALEYA~~

Prekuel 'Still The One' "Terlalu banyak hal yang aku takuti, merasa lelah dan tak bisa meraih mimpi. Dunia terlalu kejam untuk aku yang takut sendiri." - Mayang Eira Calista *** Ini tentang Aby dan Maya, yang terpaksa harus menikah di penghujung masa SMA karena kejadian salah paham yang menimpa mereka. Semuanya terjadi begitu saja, mereka kepergok tidur bersama di kamar Maya. Menikah muda dengan status masih SMA tidaklah mudah, apalagi setelah kejadian itu hidup keduanya benar-benar berubah. Banyak rintangan yang harus mereka lewati berdua, melanjutkan hidup tanpa bimbingan orang tua, atau orang-orang terdekatnya. Keduanya terluka, sama-sama kehilangan rumah tempatnya pulang. Jika rumah Maya sudah hancur jauh lebih lama sebelum kejadian itu, berbeda dengan Aby yang dipaksa pergi karena tak dipercaya lagi. "Lo bisa percaya sama gue kan, May?" "Percaya apa?" tanya Maya tak mengerti. "Mungkin kehidupan kita akan lebih sulit ke depannya, apalagi dengan status kita yang suami istri dan juga pelajar. Orang akan menilai kita dengan sebelah mata, kalau tau. Tapi, apa pun yang akan terjadi nanti, gue akan berusaha untuk terus jagain lo. Berusaha untuk membuat lo tetap baik-baik aja bersama gue. Untuk itu, gue tanya. Apa lo bisa percaya sama gue?" "Gue bisa percaya, selagi lo nggak akan tinggalin gue. Gue takut sendiri, By." "Lo nggak akan pernah sendiri, gue nggak akan tinggalin lo." Pada saat itu, semuanya dimulai. Mampukah mereka menjalani hari-hari terberatnya? Apalagi, ketika tahu Maya hamil. Apakah Aby dan Maya bisa menerimanya? •Rumah Sepasang Luka• 18+

More details
WpActionLinkContent Guidelines