REVENGE
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 25, 2023
Ketika seseorang merenggut semua yang kita punya, haruskah kita diam? Bukankah sesuatu yang menyakitkan lebih baik, jika di balas dengan kesakitan pula? Balas dendam itu buruk. Tidak lain dan tidak bukan sangat sangat buruk. Tapi, bagaimana dengan seseorang yang terus menerus merenggut semua yang kita punya? Papa, mama, kakak, kasih sayang yang harusnya ia dapatkan, bahkan kekasih sekali pun ia rebut. Bukankah semua orang berhak bahagia? Sebelumnya aku minta maaf kalo ada kesamaan nama tokoh atau alur ceritanya. Ini cerita fiksi yaa, enggak ada sangkut-pautnya sama kisah nyata. welcome to my story!🐣
All Rights Reserved
#264
mati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Let Me Love You Longer
  • ARGALAND
  • [Complete] Fate in Chains
  • Mencari Cinta Sejati (END)
  • Psikopat Digital? [End]
  • Enemies in Flames
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Masa depan yang terulang

[SEASON 1] "Ada luka yang tidak terlihat, tapi terasa di setiap tarikan napas. Ada trauma yang membungkam tawa, membekukan dunia, dan membuat seseorang takut percaya pada cahaya. Dibalik sebuah senyuman, tersimpan dunia yang hampir runtuh." Bagi Atlana, hidup adalah perjuangan tanpa akhir melawan bayang-bayang masa lalu yang membeku di setiap sudut pikirannya. Dunia terasa bising, dingin, dan kejam-tak pernah benar-benar memberinya ruang untuk sekadar bernapas. Sementara itu, Kalan-seorang pemuda yang menanggung sunyi seperti beban di punggungnya-tak pernah mengira bahwa pertemuan singkat dengan Atlana akan mengubah jalannya, mengaburkan batas antara kesendirian dan ketergantungan. Ini bukan kisah tentang keajaiban cinta, melainkan tentang dua jiwa yang terluka, saling menemukan tempat berlindung di tengah reruntuhan diri. Tentang bagaimana kehadiran satu orang mampu meretakkan kabut kelam, dan tentang bagaimana, di dunia yang penuh luka dan kehilangan, kebahagiaan tetap bisa tumbuh... dengan cara paling sederhana, namun paling menyakitkan. Sebuah cerita tentang jatuh, tersesat, bertahan, dan akhirnya-belajar hidup kembali dengan sebuah rumah yang lebih layak. __ Revisi : 27, April, 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines