
Biru itu berbeda dengan manusia lainya. Biru tumbuh dewasa dengan menjadi landak, ia memiliki duri-duri tajam tak kasat mata di punggungnya. Membuat siapa saja takut dan enggan mendekatinya karena khawatir akan terluka, padahal duri milik Biru hanya bertujuan melindungi dirinya sendiri dari dunia yang jahat. Biru tak bermaksud membuat orang lain takut atau bahkan menyakiti. Biru kesepian dan kesakitan seorang diri tapi tak ada satupun yang berani mendekat untuk menolongnya. Berulang kali Biru mengulurkan tangan memohon tolong untuk disembuhkan luka-lukanya namun tak ada satupun yang sudi meraihnya sekalipun itu kedua orang tuanya. Banyaknya kekurangan pada dirinya membuat Biru semakin merasa kecil. Hingga suatu hari Biru bertemu dengan Naura. Gadis aneh bertopeng yang memiliki sayap samar di punggunya. Untuk pertama kalinya Biru bertemu manusia aneh selain dirinya, bahkan dengan keanehan yang lebih darinya. Tanpa ragu Naura meraih tanganya. Menyelamatkan dan menyembuhkan luka-lukanya selama ini. Dibalik topeng angkuhnya, Naura dengan lantang menyuarakan isi hatinya. Tak perlu takut, tak akan ada yang bisa melihat wujud asli menyedihkannya. Naura tak punya rumah, dengan sayapnya yang sudah koyak ia dengan bebas terbang kesana-kemari. Suatu hari ia bertemu dengan Biru yang tengah sembunyi dan kesusahan mengobati lukanya. Naura mengobati Biru dan Biru menawarkan rumah bagi Naura untuk berpulang. Semenjak itulah keduanya saling terikat dan membutuhkan namun jalan takdir Tuhan ternyata tak sesederhana itu bagi mereka. "Apa kamu penyelamat yang dikirim Tuhan buat aku?" "Tolong aku....Tolong...To..long..Selamatkan aku" "Semua orang punya lukanya masing-masing, memiliki cerita dan obatnya masing-masing. Kamu bukan bagian dari luka, tapi kamu itu bagian dari cerita. Kamu jua bukan obat dari luka"All Rights Reserved