_Love Different Religion_ (END)

_Love Different Religion_ (END)

  • WpView
    Reads 290
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jan 11, 2022
_"seburuk apapun dirimu tetaplah bahagia"_ Kau tau mencintai anak Tuhan lain sangatlah berat. Apalagi tentang kita yang berbeda kazta, bukan hanya orang tua tapi Tuhan juga melarang kita untuk bersama. Jika tuhan sudah berkata, "nak dia bukan untukmu, aku mempertemukanmu dengannya hanya agar kau bahagian saja. Tapi untuk memilikinya maaf nak, aku lebih mencintaimu." Begitulah yang saat ini jeon jungkok lalui, jika sudah begitu lantas siapa yang harus di salahkan? Apa dia salah ditakdirkan mencintai hamba Allah? Apa mungkin dunia hanya ingin mempermainkannya saja?. " Tentang kiblat yang menjadi arahmu pulang dan salib yang membuatku tenang":(
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • UNHAPPY BIRTHDAY ✅ (COMPLETED)
  • AFKARA [END]
  •  HAZELA
  • CINTA BEDA AGAMA (Season 1 Dan 2 )
  • Sayap Yang Tak Pernah Satu
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • Sang Penguasa
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Different [END]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines