Gurun Sahara

Gurun Sahara

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 22, 2022
KRITIK DAN SARAN DITERIMA DENGAN LAPANG DADA. . UPDATE TIAP HARI MINGGU . . "Hampa, kosong, sepi, tandus. Semua nampak sama aja. Itu hidup gue sekarang." ~Aninda Sahara~ . Sahara, bagi Aninda itu hanyalah sebuah nama. Nama gabungan dari Papa dan Mamanya, Sahil dan Ara. Nama yang indah, nama yang cantik bukan? Gurun. Nama panggilan dari Dannie Ragatha. Tetangga sekaligus teman Aninda. Perusak suasana bagi Aninda. Dannie memanggil nya gurun karena nama Aninda sama dengan nama salah satu gurun di Afrika. Gurun Sahara. Bagaikan anak panah yang tepat pada sasarannya, nama itu seperti sebuah doa. Kehidupan bagai gurun yang tandus diperoleh Aninda setelah satu insiden bersama Dannie. Padahal, kehidupannya dulu penuh warna. Tanpa beban, tanpa masalah. Mempunyai keluarga harmonis, sahabat pengertian dan harta melimpah adalah impian semua orang. . "Gue mau jadi air di sana. Gue ga akan ngebiarin lo sendirian, kesepian, kehausan. Ada gue!" ~Dannie Ragatha~ 🖤 fhanindas
All Rights Reserved
#21
aninda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sayang
  • Kahfi dan Yumna 2
  • NANDA
  • AMANDANIEL [TERBIT]
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Langit dan Cahayanya
  • ALFHASSA
  • Ruang Biasa
Sayang

TERBIT 📖 - "Siapa yang bernama Sayang di sini?" teriak panitia itu, membuat sebagian orang di sana menahan tawa sekaligus penasaran. "Ayo ngaku aja." Alya mengangkat wajahnya. "Sayang...," panggil cowok itu lagi, membuat Alya melihat ke sekelilingnya. "Nggak usah cari ke sana kemari karena yang namanya Sayang itu kan elo." Alya mengernyit. Geli. Dia menatap cowok itu. Kernyitan di dahinya semakin dalam saat cowok itu melihat ke arahnya sembari tersenyum. "Halo, Sayang?" Cowok itu mengangkat tangannya. "Kenalin, gue Arya." Mulai hari itu, Alya tak tahu bahwa kehadiran Arya ke depannya akan memberi warna dalam hidupnya. Warna-warni. Dan jangan lupakan kelabu. copyright©2019, sirhayani

More details
WpActionLinkContent Guidelines