VENDETTA

VENDETTA

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Vendetta, dendam dan amarahnya. Bukankah benar yang anda ucapkan. Seorang manusia berhak mendapatkan keadilan dan kebenaran. Jika luka dibayar dengan luka, pukulan dibayar dengan pukulan, tamparan dibayar dengan tamparan. Lantas apakah salah jika nyawa dibayar dengan nyawa. Semesta saya sudah direnggut. Saya mohon jangan renggut dia. Hanya dia alasan saya bertahan. Jika engkau tetap merenggutnya. Maka, saya akan pilih mati sebagai jalan terbaik. ABRAHAM X ARIENDRA
All Rights Reserved
#1
smaantariksa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  • AIR MATA ARLIANA
  • EVIDEN (Republish)
  • Goodbye
  • Semesta Dan Takdirnya
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Dandelion
  • Game of Hearts [REVISI]
  • Love That Kills (Completed)✅
  • Semua Tentang Luka [ END ]

|Nyatanya saya sendiri yang berjuang dan endingnya adalah kamu pergi setelah yang saya perjuangan. Jika memang begitu let's see karma, dude.| -Rianna Louis Gabriella "gue bingung na, saat lo mutusin buat pergi dari hidup gue rasanya semua gelap. Gak ada yang harus gue perjuangin buat hidup." Lirih devanno. "lo hidup bukan buat gue aja no, lo bisa buka mata lo lebar lebar and see? Di sekitar lo ada orang orang yang jauh lebih sayang dan harusnya itu bisa jadi alasan lo buat bertahan dan bangkit". Ucap Anna. Devanno menggelengkan kepalnya cepat, Anna tidak mengerti apa yang devanno inginkan. Anna tidak pernah tahu sulitnya melewati hidup tanpanya. Seketika Devanno menggenggam tangan Anna dengan erat. "gue bakal bikin lo jatuh kepelukan gue lagi na, gue gak bakal biarin lo sama yang lain, lo bisa hitung waktu dari sekarang" ucap Devanno dengan serius. Anna hanya terdiam meresapi kalimat demi kalimat yang di ucapkan Devanno. Hingga Anna sadari Devanno sudah hilang dari hadapannya. "Lo gak bisa seenaknya no, gue udah gak mau". Ucap Anna mantap dan tegas. Anna menatap vanno dengan tatapan tajam dan serius. Setelahnya Anna pergi ditemani airmata yang terus mengalir dari pelupuk matanya. [Jika yang kamu mau aku dapat karma, aku bisa apa? Let's See, Honey. Semoga tuhan tidak berpihak padamu]- Devanno Guetta

More details
WpActionLinkContent Guidelines