Orca
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 18, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Perasaan jatuh cinta. Perasaan senang tak terbendung saat membayangkan sang kekasih. Membayangkan wajahnya, suaranya, dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan orang yang dicinta. Namun perasaan gundah gulana tidak jarang menerpa, memikirkan hal-hal buruk yang mungkin dapat menjadi "badai" dari hubungan yang dengan susah payah di jalin. Perasaan sedih pun timbul saat beberapa dari badai tersebut ternyata benar-benar terjadi. Tak lupa dengan perasaan kecewa yang mendalam saat badai yang amat besar melanda, memporak-porandakan apa-apa yang telah dibangun sebelumnya. Seluruh perasaan tersebut bercampur menjadi suatu rasa yang sulit untuk diungkapkan. Tak jarang orang berkata jatuh cinta itu seperti permen nano-nano, dapat terasa manis, dapat pula terasa asin, dan mungkin terasa asam. Perasaan "nano-nano" tersebut lah yang sudah lama tidak aku rasakan, ditambah dengan banyaknya postingan bertema kemesraan di media sosial yang membuatku semakin rindu akan perasaan tersebut. Bukan, aku bukan hendak menceritakan kisah tentang bagaimana seseorang yang akhirnya dapat mengambil alih hatiku setelah sekian lama, tetapi aku akan menceritakan kisah tentang seseorang yang membuka pintu hatiku untuk pertama kalinya. Kisah ini terjadi empat tahun lalu, tepatnya saat aku tengah duduk di bangku kelas dua SMP. Bermula pada hari pertama masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas yang panjang...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BREATHE
  • My Bricks
  • MASTER ON THE BED
  • DeaSea
  • NAUSY
  • Always Lin [Lai Guanlin]
  • IT'S YOU, YOU WANG YEMI! [ END]
  • Hello, My Son! [BJYX Edition] COMPLETED√
  • Taken Slowly
BREATHE

Aku telah membuka semua pintu dan melepas merpati-merpati itu pergi. Tanpa pesan, tanpa persinggahan. Melintasi taman paling rindu, dimana kau bunuh kenangan kita dulu. Dan sungguh, aku tak akan pernah memberinya denyut nadi lagi. Hidup kembali, seperti tokoh fiksi di telivisi yang pernah kau tonton dulu, itu mustahil. Sebuah kenangan manis dan pait yang kuikat menjadi satu dalam sebuah tulisan. Aku pernah lupa rasanya jatuh cinta, hanya karena suatu kejadian yang tak pernah kuduga terjadi ada padaku. Sampai pada akhirnya, aku bertemu seseorang yang dapat membantuku mempercayai dan bisa mengartikan apa artinya cinta yang sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines