LIMERENCE - ZaynAra

LIMERENCE - ZaynAra

  • WpView
    Leituras 8
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jan 11, 2022
"Zayn, tau gak hari ini Ara mikirin apa?" "Gak," jawabnya singkat. Bibir Ara menekuk ke bawah. Tersenyum kecut. Sedikit tak suka akan jawaban yang diterimanya. Zayn tersenyum melihat itu. Kembali ia raih kedua tangan gadis sang pujaan. "Gue selalu tau apa yang lo pikirin. Karena semua itu gak pernah luput dari segala tentang gue." Ara tersipu. Ara terbuai. Dan sialnya, Ara menyukai itu semua. Namun, apakah alur itu akan bertahan lama? Atau mungkin malah terjebak dalam roda permainan sebuah kehidupan? I think, tidak ada yang tidak mungkin. Ara tersenyum lebar. "Ah ... Zayn-nya Ara."
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ex or New? [REVISI]
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • My Perfect Hubby (END)
  • KEPERGIAN SENJA
  • Erlan & Nirmala [Completed]
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • KENZOYA
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • ZiAron [END]
  • ZOYA (Sujud Terakhir) [End]

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo