Senna
  • WpView
    Leituras 133
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, dez 9, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Dia terbangun dari tidurnya. Bukan karena merasa tidurnya sudah cukup, tapi karena ada sesuatu yang tiba-tiba saja membuat hatinya tak tenang. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang, pikiran pun ikut kalut. Perasaan takut menyelimuti hati dan pikiran. Dia melihat jam dinding yang bersembunyi di balik balutan cahaya temaram lampu tidur, jam 1.15 pagi. Sesaat dia bangkit, merasakan sensasi menakutkan di setiap malam yang kian lama terasa jelas! Ah tidak, bukan setiap malam saja, tapi hampir sepanjang hari. Wajahnya pucat dan terlihat lelah. Namun frustasi itu seolah tak perduli, dan terus menyeretnya lebih jauh dari rasa tenang seperti hari-hari sebelumnya. Dia terdiam menatap nanar dinding yang terlihat gelap dan dingin. Entah harus melakukan apa, hanya satu yang dia fikirkan , "I had enough!"
Todos os Direitos Reservados
#9
newnovel
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • My Little Monster - Completed
  • Jejak Waktu [Complete]
  • NOESIS [END]
  • Rainbow Mist ✔️
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi]

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo