Cendhani: Manuskrip Terakhir

Cendhani: Manuskrip Terakhir

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 3, 2022
Masih dengan Cendhani, kota ini tak henti-hentinya merajut nestapa. Selamat berjumpa dengan Bagaskara, lelaki yang sedang hilang arah. Ia tak tau harus dibawa kemana kehidupannya selepas tamat dari SMA. Ditolak berkali-kali tatkala seleksi universitas membuat lelaki itu frustasi. Ia benar-benar tak tahu harus ia arahkan kemana kehidupan yang ia jalani. Kala SMA, ia salah satu anak emas sekolah yang selalu masuk sepuluh besar ranking paralel. Ia tak benar-benar dungu, bukan? Namun, entah mengapa nasib baik enggan menyapanya kala ini. Oh iya...hampir terlupa. Selamat berjumpa pula dengan Briana. Dara yang sedang menikmati sisa-sisa masa hidupnya. Keinginannya tak macam-macam, sebatas ingin melukiskan memori yang berkesan, tak lebih. Di hari-harinya yang terlampau suram, Tuhan masih berbaik hati untuk membiarkannya merasakan sukacita yang selama ini hanya ada dalam khayalinya saja. Garis takdir tak sengaja melukiskan persimpangan yang melibatkan perjumpaan kedua insan itu. Di suatu titik di Kota Cendhani, jeratan takdir membuat keduanya tak sengaja merajut kisah.
All Rights Reserved
#50
diterbitinclover
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Tahun Bersama Hari [Sudah Terbit]✔
  • Engkau
  • Meet Me at the Basement
  • Kanker Cinta
  • LANGIT KALA SENJA (Revisi)
  • Fall in Love with Gangster Boy (END)
  • SHILA [END]
  • Amērta.
  • Meet Again ; Ketika Kisah Belum Usai [End✓]

(Beberapa part terakhir akan dihapus secara berkala) Weita Karina adalah anak baru yang pindah sekolah dari Bandung karena ayahnya yang mendapat pindah tugas kerja, karena jauh dari bandung, tidak ada satupun teman yang mengenalnya di SMA barunya itu, ditambah lagi sifatnya yang kurang mudah bergaul menjadikannya merasa terkucilkan di kelas barunya. karena tidak ingin memikirkan hal-hal yang membuatnya semakin pusing, Weit memutuskan untuk tidak memperdulikan perlakuan teman-temannya dengan bertindak masa bodoh sama dengan yang dilakukan teman-teman barunya padanya. Berbeda dengan Hari yang juga sama-sama Siswa baru diSMA itu, mendapati kelas yang sama dengan Weit namun mendapati perlakuan yang jauh berbeda. mendapat rangkulan hangat dari teman-teman barunya. Weit langsung saja tidak suka dengan sikap Hari hanya karena Weit merasa iri paanya. namun kekesalan Weit tidaklah berlangsung lama karena Hari justru malah berbaik hati mengulurkan tangannya pada Weit yang kesepian. Penasaran nggak sama ceritanya. Yuk pantengin terus cerita kedua aku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines