Jeda (sudah terbit)

Jeda (sudah terbit)

  • WpView
    LETTURE 55
  • WpVote
    Voti 10
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, feb 4, 2022
Divya Maheswari gadis yatim piatu yang mencari peruntungan di ibu kota Jawa Timur. dia membawa segenggam mimpi dan harapan bisa membantu Bunda--ibu asuhnya--memenuhi kebutuhan anak-anak panti. Namun orang yang dia anggap penolong di mana dia bekerja, telah mengubah mimpi indahnya menjadi mimpi paling buruk dalam hidupnya. Kebaikan pria itu harus dibayar dengan satu-satunya harta paling berharga yang dia miliki. Hancur, putus asa, ingin mati, saat semua orang menuduh dialah wanita jalang yang menggoda Rega--sang dosen muda. Dan dia memilih menjeda hidupnya. Menepi dari semua orang termasuk kekasihnya yang begitu setia--Aga Mahendra. Seorang seniman, selengehan yang dianggap sampah masyarakat tetapi malah memiliki hati yang seluas samudera. Bagaimana Divya bertahan hidup menghadapi perundungan? Akankah negri ini memberi keadilan padanya?
Tutti i diritti riservati
#996
kesetiaan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Sumilir [Selesai | Lengkap]
  • My Duchess / End
  • Hope Was My Mistake
  • SELINA
  • ZAWIL
  • Hantu Paling Aneh
  • BAYANGAN YANG TIDAK PERNAH PULANG
  • Twilight's Love Puzzle
  • Sang Juragan (Gibran Danuarta) 21+

[Cerita ini minim konflik dan aku tujukan agar kalian terhibur dengan romansa desa yang sederhana] Areksa Mahendra, Mas-Mas Jawa yang berprofesi sebagai petani di desa itu harus mengalami kejadian naas di umurnya yang sedang semangat dalam menggarap bisnis dan sawahnya. Satu tahun lalu ia harus menjadi korban tabrakan dari seorang pengemudi mabuk. Kaki kirinya patah dan harus menjalani serangkaian operasi. Bahkan setelah semua operasi ia jalani, ia masih tetap belum bisa menggunakan kaki kirinya seperti sedia kala dan harus menggunakan kursi roda. Anindya Nasywa Ayudisha, perempuan yang baru saja mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Tidak seperti orang lain yang memilih melanjutkan hidupnya di tengah gemerlap kota besar seperti Jakarta, Nindya memilih pulang ke desa. Nindya merasa Jakarta bukanlah tempatnya untuk hidup. Ia tidak menemukan dirinya sendiri di Jakarta. Sebulan di rumah, ia benar-benar menikmati hidupnya, meski menjadi pengangguran tentunya. Nindya mengganti semua waktu yang ia jalani di Jakarta dengan bermain dan hidup sesuka hatinya di desa. Nindya menjadi lebih bersosial daripada ketika di kota. Semua umur, baik laki maupun perempuan bisa Nindya dekati. Terutama, Ibu Ningrum, wanita yang selalu melabeli dirinya sebagai calon mantu bagi anak laki-lakinya yang tak lain adalah Areksa Mahendra.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti