Hanya Kita

Hanya Kita

  • WpView
    Reads 1,143
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 18, 2024
Semuanya kembali berubah ketika aku dan dia bertemu, semua kenangan ku dengannya di masa lalu terus saja berputar namun rasa sakitnya juga semakin meradang. Aku tau dia pria yang baik dan bertanggung jawab, tapi aku juga tau dia bukanlah pria yang sempurna. Dan karena kejadian malam itu, aku mengakhiri hubungan ku dengannya. Rasa kecewa menghantui ku hingga aku memutus hubungan ku dengannya maupun dengan sang kembaran. Namun di waktu yang bersamaan seorang balita kecil bernama Zaidan mendatangi ku dan berkata "Aku gak mau buat kesalahan yang sama seperti yang Papa lakukan, karena merelakan mu pergi. Papa buat kesalahan di masa lalunya, Oma udah mengatakan itu kepada ku. Tapi aku gak sama seperti Papa, aku akan berjuang terus sampai kau mau menjadi Mama untuk ku."
All Rights Reserved
#219
teen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyesal Setelah Kehilanganmu
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • That Memory✓
  • PEREBUT
  • Kenapa Harus Dia?
  • STARTING TO GET OBSESSED
  • it doesn't matter
  • Duda Lebih Menggoda (END)
  • first experience
  • Nikah Dengan Duda? SIAPA TAKUT! (END)

Isani meletakkan map warna coklat di atas meja, membuat kedua mertuanya saling berpandangan penuh tanya. "Itu apa?"tanya Sherin, ibu mertua Isani. Isani tersenyum penuh ikhlas dan tegar. "Gugatan cerai untuk, Mas Teza, Ma, Pa. Maaf, aku dan anak mama papa menikah dengan cara baik-baik dulu, maka aku akan kembalikan anak laki-laki mama papa dengan cara baik-baik. Kenapa?! anak mama papa selalu memprioritaskan temannya, dan mereka kedapatan berciuman minggu lalu, " air mata Isani menetes, bukan air mata sakit hati, Isani tak percaya dia berucap tegas dan tidak gugup barusan. dan ya, dalam kamus hidup Isani, tidak ada yang namanya kesempatan kedua untuk kesalahan suami yang sudah main hati di belakang apalagi di depannya mata kepalanya sendiri. Membuang suaminya akan Isani lakukan!

More details
WpActionLinkContent Guidelines