Story cover for Hijab Cinta Halalku by gitaseptri
Hijab Cinta Halalku
  • WpView
    LETTURE 173
  • WpVote
    Voti 11
  • WpPart
    Parti 7
  • WpView
    LETTURE 173
  • WpVote
    Voti 11
  • WpPart
    Parti 7
In corso, pubblicata il gen 12, 2022
"Saya akan mengkhitbah kamu"

"ini ga masuk akal eh siapa nama lo?" Tanya gadis itu dengan nada ketus

"Kafka, ga masuk akal gimana maksud kamu?" Tanya Kafka balik seraya mengerutkan dahinya.

"cuman gara gara hijab gue nyangkut di kaca spion mobil lo terus rambut gue keliatan, dan bukan cuman lo yang liat tapi lo dateng kerumah nemuin bokap buat khitbah gue gitu." seru Ara dengan nafas menggebu gebu dan mata berkaca-kaca

Kafka menghela nafas kasar 

"Saya yang pertama liat rambutmu" ucap Kafka seraya menundukkan kepalanya.

"Terus gue peduli gitu"

"Kita bicarakan nanti malam saja, sekalian saya bawa orang tua saya, permisi assalamualaikum" ucap Kafka seraya pergi meninggalkan kifara

Namun Kafka menghentikan langkahnya.

"Ngapain berhenti Lo?" Tanya kifara

"Salamnya belum dijawab Ara" ucap Kafka

"Waalaikumussalam" jawab kifara dengan nada ketus.

Loh kok dia tau nama gue batin Ara.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Hijab Cinta Halalku alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#440menikah
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
Catatan Hijrah cover
tentang sebuah rasa cover
IKATAN HALAL ✔️ cover
Uhibbuka Fillah Gus [END] cover
Cinta dalam Hijrah #FJSTheWWG cover
TAUTAN CINTA [ Revisi ] cover
Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan) cover
Ku Pilih Jalur Langit  cover
kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END] cover
Aara cover

Catatan Hijrah

9 parti Completa

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.