We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Why Me?

Why Me?

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 27, 2022
WpInfo
Non-Fiction
WARNING!! •Mengandung kata kasar dan kekerasan! _________________________________________ "Aku tidak pernah menyesal lahir dari keluarga yang berantakan, aku hanya capek" -Aldara Dwi Putri © xyndlq ⚪Started 12012022
All Rights Reserved
#164
mentalhealt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When We Drown [TAMAT ✔]
  • FAJAR [Tamat]
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Broken Home [Complete]
  • [ ✓ ] Fathir : Ada Tapi Tak Di Anggap
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Untuk Arjuna[✓]

Best Author WPRD Batch 2 🌹🌹🌹🌹 Kata orang, hidup itu adil. Tuhan sangat adil. Namun, sepertinya kalimat itu tak pernah berlaku padaku. Aku pikir, dengan kondisi ibu yang sakit-sakitan, aku bisa bekerja sama dengan keluargaku yang lain untuk merawat ibu dan hidup bahagia. Namun, aku salah. Keluarga bukan tempatku bernaung, bahkan mengadu. Mereka hanya makhluk penghancur yang Tuhan ciptakan untuk menghancurkan hidupku. Dan aku benci hidupku. ~Amanda Sasmita~ Banyak orang yang mengatakan, hidup ini adalah sebuah sistem tabur tuai. Apa yang kau tabur, itu juga yang akan kau tuai. Semua berhubungan. Namun, kenapa hidupku sepertinya berjalan jauh dari sistem itu? Aku menabur kebaikan. Memberikan semua yang kupunya pada orang yang kupikir akan menjadi satu-satunya dalam hidupku. Namun, yang kutuai bukan kebahagiaan. Melainkan sebuah pengkhianatan. Tabur tuai. Cih. Itu hanya alibi bagi mereka yang selalu bahagia. Kalimat itu bukan untukku. ~Kala Bagaskara~ *Bijaklah dalam memilih bacaan*

More details
WpActionLinkContent Guidelines