Merayakan Diri Sendiri

Merayakan Diri Sendiri

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 14, 2022
What I should put here? perasaanku? harapanku? atau sebaiknya ku tulis terserah saja? jika kamu mengira, cerita ini kisah dongeng dengan akhir yang bahagia, tidak untuk ceritaku. Tuhan memang tidak adil menurutku, saya dengan segala serapah kesedihanku sendiri. kau tahu bagaimana rasanya mati rasa? di suatu pagi kamu terbangun dengan perasaan begitu kosong, hampa tidak bertenaga. Bahkan untuk mengucapkan selamat pagi saja tidak berselera. padahal semuanya baik, tidak ada yang salah, keadaan telah membuatmu berdamai tapi tetap saja hatimu rumpang , matamu keruh, harapanmu mati. seperti ini perasaanku saat ini harapanku? Saya ingin berlalu, tanpa ingin lagi mengulang waktu, menggutuki diri karena begitu bodoh, saya begitu lelah memohon maaf tanpa balas. harapanku hanya ingin waktu membawaku menemukannya sekedar mengucap maaf sebagai Sorai perpisahan yang paling baik. Dan terakhir untuk semua mata yang begitu pemerhati, untuk tangan yang begitu peduli, dan untuk pundak yang pernah kamu tawarkan untuk bersandar, dan untuk hati yang pernah dengan cuma-cuma menjadi milikku. maaf aku begitu pengecut. __Elmatiana Jingga
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sekali Lagi (End)
  • Pertemuan yang tidak disengaja [ END ]
  • Semu [Completed]
  • Khayalku
  • Maaf' (Revisi)
  • ALONE
  • You are in my past and my future [END]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓

"Tolong kasih aku kesempatan buat deketin kamu lagi Rin. Aku udah nunggu kamu selama ini. Aku gak mau kehilangan kamu lagi." Arya berkata sambil menatap mataku dalam. Aku tergagap menatap matanya. Segera kualihkan pandanganku ke arah lain. Ya Tuhan perasaan apa ini. Tiba-tiba hatiku bergetar dan jantungku berdegup kencang. "A... Aku.. Aku gak bisa Ar... Aku.. Bukan perempuan yang pantas untuk kamu." ucapku menunduk. "Aku gak peduli Rin... Aku cuma mau kamu... Aku sayang kamu Rin..." Arya berkata lirih. ***** Cinta yang hadir di masa lalu ternyata tidak semudah itu terlupakan. Apalagi bila cinta itu tumbuh pada masa putih abu-abu. Ada yang bilang masa itu adalah masa yang sangat berkesan. Masa-masa yang penuh canda tawa dan masa-masa mengenal cinta. Meskipun kamu sudah bahagia dengan kehidupanmu sekarang, namun ada kalanya rasa itu timbul tanpa disangka. Dan ketika engkau tidak dapat mengelak dari rasa itu, apakah yang harus kamu lakukan? Ini bukan cerita perselingkuhan, ini cerita cinta di usia yang tidak muda lagi. Ini cerita cinta yang mungkin bisa terjadi pada diri kita.. Enjoy.. Happy reading... Tulisan perdana, semoga bisa menghibur para pembaca semua.

More details
WpActionLinkContent Guidelines