Rafel

Rafel

  • WpView
    Reads 4,946
  • WpVote
    Votes 1,507
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Brayen, Bukan Bryan!" Laki-laki yang memiliki ejaan nama yang salah, karena dia lahir ke dunia ini akibat sebuah kesalahan. Laki-laki yang tidak tau akan arti orang tua. Felicia, perempuan yang begitu membenci Brayen. Di matanya dia adalah laki-laki paling menjengkelkan. Hingga suatu hari mereka terpaksa bekerja sama untuk merawat seorang anak, hingga membuatnya harus dekat dengan Brayen. Terkadang waktulah yang membuat rasa yaman datang. Namun perasaan itu datang ketika sebuah hukum datang menjemput Brayen. Dia tak pernah mau menyangkal atas tuduhan itu. Apa sebenarnya yang terjadi kepada Brayen? "Kenapa lo nyebelin banget, sih!"decak Felicia. "Nanti juga kalo udah gak ada gak bakalan nyebelin lagi" "Gue benci sama lo!" "Berarti gue ngga salah ngambil keputusan rela mati demi lo."
All Rights Reserved
#321
solidaritas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEPARATED BROTHER [END]
  • EXSBLASS & ZAYYAN [BELUM DIREVISI]
  • Sama tapi Berbeda [END]
  • About Destruction (SELESAI)
  • ARION [END]
  • Setitik Luka Untuk Aya [TELAH TERBIT]
  • ALEYA~~

Tian, seorang pemuda baik hati menghabiskan nyaris seluruh hidupnya untuk mencari sosok Bian, adik kandungnya yang telah hilang 18 tahun lamanya. Berbagai cara telah Tian lakukan untuk menemukan Bian. Tapi bahkan dalam jangka waktu selama itu, dia tak kunjung menemukan satu satunya keluarga yang masih dimilikinya itu. Bahkan Tian tidak tahu apakah Bian masih hidup atau sudah- Hingga disuatu pagi ketika dia mengantarkan roti pesanan pelanggannya, dia tidak sengaja terlibat masalah dan berakhir adu cekcok dengan sosok tuan muda kaya raya, bernama Barry Arya. Tuan muda itu angkuh, sombong, dan memiliki temprament yang sangat buruk. Tian berharap tidak akan pernah dipertemukan lagi dengan sosok itu. Cukup sekali dipagi yang sial itu Tian bertemu dengannya. Tapi rupanya Tuhan memiliki rencana lain. Siapa yang menyangka bahwa pada akhirnya Tian malah membiarkan tuan muda sombong itu tinggal menumpang di apartemen sederhananya? Benar-benar tak terduga! Tapi sebenarnya siapa sosok Barry? Kenapa lambat laun Tian malah merasa anak itu tidak asing baginya? ... "Mana mungkin?! Bian tidak mungkin seperti dia! Kakak tidak tahu saja semenyebalkan apa dia. Tidak mungkin Bian ku yang manis dan lucu itu tumbuh menjadi seperti dia." -Tian- "Hei Tian! Memangnya apa yang salah denganku?! Lagipula siapa yang ingin menjadi Bianmu?!" -Barry-

More details
WpActionLinkContent Guidelines