My Sociophobia

My Sociophobia

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 8, 2022
Kisah cinta tak biasa tentang menerima dan memberi. Jika cinta yang diberikan diharuskan menerima, itu bukanlah cinta. Cinta hanya bisa memberi. Jika pun kau menerimanya kembali, maka itulah Cinta sejati. Hailee Goulding tak akan pernah menyadari bahwa elainan yang ia idap yakni Sociophobia, membuatnya semakin dekat dengan lelaki menawan yang memiliki nama Jefry Anderson. Entah ini berkah ataukah keberuntungan baginya, bisa dipertemukan dengan seorang bodyguard yang juga akan menjadi cinta dalam hidupnya. Kelainan ini semakin mendekatkanku padamu. Kekuranganku ini membuatku menerimamu, bahkan dunia. Terimakasih telah memberiku cinta yang luar biasa - Hailee Jika saja Jeff bisa mengembalikan waktu, ia sangat teramat ingin kembali ke masa keceriaan gadis kecilnya ini. Hailee Goulding adalah cintanya sejak ia kecil, dan kini gadis kecilnya ini semakin terlihat rapuh dengan kelainan yang bernama Sociophobia. Kekuatan cintanya dan dengan segala cara ia berusaha mengembalikan semuanya pada titik semula. Kelainan ini membuatku semakin mencintaimu, kekuranganmu membuatku semakin mencintaimu. Maaf, karena aku hanya bisa memberimu cinta seutuhnya - Jef
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Limerence : Redemption
  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • My Favorite Chef
  • Mine, No Exit (END)
  • Silent Love ✔
  • Back To You [End]
  • Destroyed (BxB) 2
  • His Fiero

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines