Ivy & Adya

Ivy & Adya

  • WpView
    GELESEN 31
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Apr. 22, 2022
"Pertemuan kita adalah pertemuan sesaat dan tak sengaja, bukankah tak etis jika tiba-tiba Anda mendekat dan mengakrabkan diri?" "Tapi bukankah pertemuan kita bisa dikatakan takdir?" "Kita bertemu walau tak sengaja sudah 2 kali dan itu semuanya Saya yang memulai. Lalu apakah salah jika Saya meminta perhatian Anda?" ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Inilah kisah perjuangan Ivy ditanah rantau dan mengatasi traumanya serta pertemuannya dengan Adya yang kembali membangkitkan rasa trauma pada Ivy yang telah tenggelam, karena rasa penasaran Adya terhadapnya. "Kamu tahu? Aku rasa namamu cocok dengan semua sifat dan parasmu. Nayanika Ivy Prameswari. Mata yang indah yang memancarkan daya tarik dan kasih sayang dari seorang wanita yang pintar dan hebat" "Percayalah namaku hanya sekedar nama tanpa arti yang jelas. Dan bukan kamu yang satu-satunya bilang kayak gitu ke aku" 'Apakah kamu tahu? Tanpa kamu sadari, tingkahmu ini menyakitiku' Start : 22/01/22 End :
Alle Rechte vorbehalten
#59
office
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • Mencintai Nania
  • m e m o r i a (✓)
  • Posessive Doctor
  • Meneroka Jiwa
  • Loom
  • It Takes Two To Tango  | No Longer Entirety

Kebencian, trauma, dan kesedihan yang mendalam itulah yang memicu dan menjadikan dirinya seperti seorang monster. Tak taukah kau, mulutmu itu begitu tajam ketika kau memakinya dengan seenak hatimu hingga membuatnya semakin hancur? Dia kesakitan, sedih, marah, kecewa, depresi dan trauma lantaran penyiksaan demi penyiksaan yang menyakitkan, penghianatan cinta yang tragis, hinaan cercaan makian yang menyayat hati, bahkan pemerkosaan begitu mengerikan yang telah merengut secercah harapanya untuk hidup bahagia. Tidakkah kau dengarkan tangisan pilunya? Tidakkah kau dengarkan teriakanya yang menyayat hati itu? Atau kau pura pura tuli karena keegoisanmu? Bagaimana bisa kau tertawa dan mencerca, dan menghakiminya selayaknya manusia hina tanpa sudi mengenal dan mengetahui apa yang terjadi padanya. Kau pikir kau siapa? "Dia monster kamar 23, dan dia pembunuh"

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien