Arwah Dalam Cermin

Arwah Dalam Cermin

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 13, 2022
Aku bahagia dan bersyukur setelah mendapatkan pekerjaan ini. Kamu tentu tahu betapa sulitnya mencari pekerjaan di era pandemi, terlebih seperti guru private Homeschooling sepertiku. Aku sudah tidak punya apa-apa lagi selain uang sepuluh ribu di sakuku. Mendapatkan bonus tempat tinggal di rumah mewah ini menjadi bonus jackpot bagiku yang tidak mampu membayar uang kost. Tapi, bayangan perempuan yang kerap muncul dari dalam cermin rumah mewah itu membuatku bimbang. Haruskah aku memilih berhenti saja dan hidup kelaparan di Kota Jakarta sebatang kara atau berdamai dengan rasa takut dari teror-teror mereka yang tidak kasat mata. Entahlah! Aku hanya berusaha bertahan meski mungkin nyawaku akan menjadi taruhan. Ada misteri di rumah ini yang harus aku pecahkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Delivery Love
  • Di Balik Nama Zella
  • luka yang mendalam [END]
  • nostalgia SMA kita
  • Terima Kasih Cinta
  • Anak DESA ✔
  • Tentang Kota Ini
  • unstoppable
  • Kekayaan Membawa Sengsara

Saat ini adalah masa pandemi covid-19, orang-orang tidak ada yang boleh keluar rumah demi mengurangi angka penularan covid-19 di negeri ini. Salah satunya adalah Krist, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi jurusan DKV di salah satu kampus ternama di Bangkok. Tinggal sendirian di rumahnya karena orang tuanya yang sedang di luar kota pun tak bisa pulang karena terkena dampak covid-19 ini. Wilayah tenpat kerjanya di-lockdown. Karena tuntutan dan jurusan yang diambil Krist, mengharuskan dirinya membeli barang-barang yang dibutuhkan. Krist selalu membeli melalui aplikasi online, dirinya hanya duduk manis di kamar dan barang yang dibutuhkan tiba di depan pintu rumahnya. Hampir setiap hari dirinya memesan berbagai barang mulai dari barang keperluan kuliah, barang kebutuhan sehari-hari, sampai barang yang tidak dibutuhkan. Namun, nafsu belanjanya ini bukan hanya dipicu oleh hobi belanjanya, melainkan juga karena ia ingin berjumpa dengan kurir tampan yang sudah beberapa minggu ini mencuri perhatiannya. Kurir yang ramah dengan paras tampan, sampai dirinya tak tahu mengapa bisa mempunyai perasaan ini. Perasaan cinta untuk kurir itu. Tidak semua orang di masa pandemi ini melakukan hal yang sama seperti Krist. Contohnya saja Singto sang kurir pengiriman barang. Singto adalah mahasiswa tingkat akhir yang terpaksa mencari pekerjaan sampingan karena harus mencukupi kebutuhan di hidupnya sehari-hari dan juga membayar biaya kuliahnya. Singto terpaksa harus mencari pekerjaan sampingan karena perekonomian keluarganya yang terkena dampak covid-19.

More details
WpActionLinkContent Guidelines