Story cover for Senandika.  by Yourdreambear
Senandika.
  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Jan 14, 2022
Di sinilah aku memutar semuanya dan memandanginya bagai mercusuar tua. Kisah naik turun perasaan anak-anak manusia. Meski kata kata ini seperti lampu yang redup, bahkan ini terlihat samar untukmu yang tak bersuara, dalam diam berdoa, kepada yang berbahagia agar selalu mengingat saat tak memiliki apa-apa. Dan semoga setiap jiwa yang tengah berduka selalu diberikan kekuatan menghadapinya.
All Rights Reserved
Sign up to add Senandika. to your library and receive updates
or
#49self
Content Guidelines
You may also like
RUMAH tanpa pintu  by diandlyne
36 parts Ongoing
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
You may also like
Slide 1 of 10
Kita Sembuh Bareng? cover
HURT [Sudah Terbit] cover
HEALING (ON GOING) cover
Hubungan Tanpa Status [SUDAH TERBIT] cover
RUMAH tanpa pintu  cover
AKU BUKAN ANGEL cover
Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT] cover
Reinata cover
Terkulai Tapi Tak Layu cover
Seperti Lilin 🕯️ cover

Kita Sembuh Bareng?

17 parts Ongoing

Katanya, kita bisa sembuh bareng. Tapi gimana kalau aku justru bikin lukanya makin dalam?