Senandika.

Senandika.

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 21, 2022
Di sinilah aku memutar semuanya dan memandanginya bagai mercusuar tua. Kisah naik turun perasaan anak-anak manusia. Meski kata kata ini seperti lampu yang redup, bahkan ini terlihat samar untukmu yang tak bersuara, dalam diam berdoa, kepada yang berbahagia agar selalu mengingat saat tak memiliki apa-apa. Dan semoga setiap jiwa yang tengah berduka selalu diberikan kekuatan menghadapinya.
All Rights Reserved
#284
self
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Karena Aku Tidak Ingin Hilang Tanpa Arti
  • AKU BUKAN ANGEL
  • Terkulai Tapi Tak Layu
  • HURT [Sudah Terbit]
  • LINTASAN WAKTU
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • SAY GOODBYE
  • Reinata
  • Seperti Lilin 🕯️

Ini adalah kisah tentang suara-suara yang lama kupendam dalam diam. Tentang luka yang tak terlihat, tetapi terus berdenyut setiap malam. Aku menulis bukan karena kuat, tapi karena jika tidak, mungkin aku akan benar-benar hilang. Cerita ini bukan sekadar rangkaian kata-ini adalah perjalanan pulang ke dalam diriku sendiri. Jika kamu pernah merasa sendiri, kosong, atau tak didengar, mungkin kamu akan menemukan dirimu di antara halaman-halaman ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines