Story cover for Senandika.  by Yourdreambear
Senandika.
  • WpView
    Membaca 106
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 7
  • WpView
    Membaca 106
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 7
Bersambung, Awal publikasi Jan 14, 2022
Di sinilah aku memutar semuanya dan memandanginya bagai mercusuar tua. Kisah naik turun perasaan anak-anak manusia. Meski kata kata ini seperti lampu yang redup, bahkan ini terlihat samar untukmu yang tak bersuara, dalam diam berdoa, kepada yang berbahagia agar selalu mengingat saat tak memiliki apa-apa. Dan semoga setiap jiwa yang tengah berduka selalu diberikan kekuatan menghadapinya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Senandika. ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#394self
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah oleh akmal1505
25 bab Bersambung Dewasa
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
RUMAH tanpa pintu  oleh diandlyne
36 bab Bersambung
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Kita Sembuh Bareng? cover
Hubungan Tanpa Status [SUDAH TERBIT] cover
Setulus Rasa Untuk Kehidupan cover
SAY GOODBYE cover
Seperti Lilin 🕯️ cover
Karena Aku Tidak Ingin Hilang Tanpa Arti cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
RUMAH tanpa pintu  cover
HEALING (ON GOING) cover
Terkulai Tapi Tak Layu cover

Kita Sembuh Bareng?

17 bab Bersambung

Katanya, kita bisa sembuh bareng. Tapi gimana kalau aku justru bikin lukanya makin dalam?