Bunda untuk Ayra

Bunda untuk Ayra

  • WpView
    Reads 4,288
  • WpVote
    Votes 222
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 31, 2023
"Saya gak butuh bapak sebagai pengantin pengganti." "Saya hanya menjalankan amanat kakak saya, Ayana." "Dan bapak pikir saya mau menerimanya?" "Na, saya-" "Kenapa gak ada yang mikirin perasaan saya? Kenapa yang dipikirin semua orang cuma keberlangsungan pernikahan aja?" "Na-" "Saya bersedia menjadi ibu Ayra, tapi saya gak bersedia untuk menikah sama bapak." __________________________________________________Bunda untuk Ayra©2020, ᴏʟᴇʜ @ᴄᴏᴏʀᴇᴛᴀɴᴀʏᴀ Alur dari cerita ini murni hasil pemikiran saya. Namun, apabila ada kesamaan dalam nama tokoh, karakter tokoh, latar atau tempat kejadian itu merupakan unsur ketidaksengajaan/ kebetulan. Terima kasih.
All Rights Reserved
#39
perkawinan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • One More Taste
  • Kebenaran Cinta (Terbit EBook)
  • Anta Habibi Anta "AssHab2"
  • Go To Jannah With My Husband [ ON GOING ]
  • SHADOW
  • Berandal school is a good Papa
  • Aiserana: Transmigrate To Villain Figures
  • GANENDRA(Tahap revisi) ✅
  • Second Chance (Setialah Bersamaku)

Seperti namaku, faktanya aku adalah anak dari wanita kedua dalam hidup Ayah. Walau ibuku tetaplah satu-satunya istrinya sampai ia meregang nyawa. Tapi cinta Ayah tak pernah ada untuk ibu dan untukku, kemudian aku muak menjadi anaknya. ==Abimanyu Putra Respati== Mendiang ibuku memberi nama unik padaku. Berharap kelak aku akan berguna layaknya arti dari nama yang ia beri. Tetapi Ayah tak berpikir demikian. Ayah menginginkan anak laki-laki, ia bahkan berharap hal itu sebelum ia dan ibu menikah. Namun aku terlahir sebagai perempuan, dan itu merupakan salahku. ==Ariza Sativa== To be a parent. Bagaimana mereka bisa melakukannya, jika yang terkenang akan sosok orang tua hanyalah kebencian semata. Tapi Abi dan Riza membuktikannya, mereka bisa menjadi orang tua yang lebih baik dari yang bisa orang-orang bayangkan. Setelah terusir dan terluntah bersama, takdir seakan menertawakan keduanya. Bahwa Tuhan, masih senang memberi ujian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines