Badai Pelangi

Badai Pelangi

  • WpView
    LECTURES 4,930
  • WpVote
    Votes 196
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., févr. 17, 2022
Mentari adalah Mahasiswa kedokteran yang memutuskan untuk menikah muda dengan seorang abdi negara. Mentari tidak pernah menyangka bahwa pria yang dia cintai selama 2 tahun berpacaran ketika menikah menjadi berubah drastis. Perlahan terungkap sifat asli dari Reynald sehingga masa muda Mentari berubah yang tadinya berwarna menjadi kelam dan gelap. Semua hanya bisa mentari pendam sendiri bersama orang tua dan keluarga intinya saja. Apakah Mentari akan kembali ceria seperti dulu? Atau tetap terjerumus terjebak disituasi yang kelam? Cerita ini adalah perjalanan seorang wanita yang berjuang meraih kebahagiaan dalam hidupnya.
Tous Droits Réservés
#318
hikmah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Timpang Tindih
  • Di Antara Harapan dan Kenyataan
  • AWAS Jadi CINTA (End)
  • Silent Redemption
  • Dokter Muda Genius
  • Dear Dosen
  • Bastard Brother [END] (21+) SUDAH TERBIT
  • MENITI KISAH (Orthopaedic Surgeon-Psychiatrist) EBOOK & KBM
  • Reyna Aprillia
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN - TAMAT

Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu