Kisah Langit Sore

Kisah Langit Sore

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 15, 2022
Perkenalkan, aku adalah pecinta langit sore. Aku anak sore. Sebut saja aku "jingga", atau "senja", atau apapun yang kalian mau. Tapi satu yang pasti, ketika kamu berada di sore hari, ingatlah cerita ini, ingatlah kisah ini, ingatlah semua ini. Aku bercerita tentang apa saja. Bukan cuma tentang kamu, mungkin juga mereka. Tentang langit di waktu sore yang banyak hangat senyum masyarakat yang menjadi selimut di kala senja. Yang menghidupi anak-anak kecil yang bermain penuh tawa di pelatarannya. Tentang energi matahari yang kekal. Yang tak pernah sekalipun hilang. Ia tidak bisa diciptakan maupun dimusnahkan, ia hanya berpindah tempat dan berubah wujud. Tentang senja yang tidak pernah berubah, tidak pernah tampak usang, meski tidak pernah baru. Di bawah langit sore kita membangun hidup, yang hidup di dalamnya dengan banyak orang yang kita sebut keluarga. Menangis, tertawa, jatuh, bangun, berlari, kemudian terbang tinggi. Harus punya sayap kalau mau mengejar mimpi. Musim masih akan tetap bergulir, dan aku terus menunggu sampai sesuatu yang kutunggu itu hadir, meski harus menjemput ke belahan bumi yang lain. Aku hanya tau satu hal, bahwa kita masih di bawah langit yang sama. Melihat langit sore yang sama. Mari bercerita untuk mengenang senja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amor Almira
  • Endless Love [ON GOING]
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Bintang Berekor
  • Zenna Story
  • Diary [COMPLETED]
  • Mentarinya Sang Rembulan (Tamat)
  • Remember You - {On Going}
  • I Promise - Haechan [TERBIT]

Dalam hidup, kita bertemu dengan banyak orang. Tapi hanya sedikit yang mampu mengguncang dunia kita, mengubah arah hidup, dan meninggalkan jejak di hati. Ini adalah kisah tentang dua dunia yang bertabrakan-tentang gadis baik yang jatuh cinta pada laki-laki yang katanya nggak pantas dicintai. Almira Anjani Wirasti, gadis ceria dengan hati selembut senja, tak pernah menyangka bahwa pertemuan singkat di bawah pohon rindang akan mengubah hidupnya. Ia hanya ingin menolong. Tapi dari sentuhan pertamanya, ia malah menemukan luka yang lebih dalam dari sekadar goresan di kulit-luka yang tersembunyi di balik dinginnya tatapan seorang Amor Antariksa Setiawan. Amor bukan tipe pria yang mudah didekati. Kasar, tertutup, dan penuh misteri. Tapi siapa sangka, di balik sikap cueknya, ada hati yang lelah... dan mungkin, hanya butuh seseorang yang cukup nekat untuk mengetuk pintunya. > "Lo nggak takut deketin orang kayak gue?" tanya Amor suatu sore, suaranya serak, tatapannya kosong menatap langit. Almira menghela napas pelan, menatap lukanya, lalu menjawab tenang, "Yang gue takutin bukan lo... tapi kehilangan kesempatan buat bikin lo bahagia." Amor terdiam. Tak ada yang pernah bilang hal seperti itu padanya. > "Gue bukan orang baik," gumamnya. "Gue cuma... rusak." "Nggak ada orang yang terlalu rusak buat dicintai," bisik Almira, menatap matanya yang penuh luka. "Lo cuma belum pernah dikasih alasan buat percaya." Dan sejak hari itu, perlahan-tanpa mereka sadari-dunia yang kelabu mulai berubah warna. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang keberanian mencintai seseorang yang hancur. Tentang bagaimana cinta bisa mengubah arah hidup, menyembuhkan luka lama, dan menciptakan harapan baru. Karena kadang... yang kita butuhkan bukan orang sempurna. Tapi seseorang yang bersedia tetap tinggal, bahkan ketika kita merasa tidak pantas dicintai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines