putri kecil ayah

putri kecil ayah

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 23, 2022
ini bukan cerita tentang kisah seorang ibu dan anak tetapi ini adalah kisah dimana kasih sayang seorang ayah terhadap putri tercintanya. kata orang perempuan akan dijadikan ratu oleh ayah nya benar bukan? mungkin sebagian benar dan sebagian lagi salah tetapi satu hal yang harus kamu tau setiap orang tua itu menyayagi anaknya apapun itu tetapi cara mereka menyampaikan berbeda beda, dan mungkin ada sebagian yang terlihat acuh tetapi tetap bagaimana pun juga kalian hadir bukan karena kesalahan tetapi orang tua yang mau kalian hadir. dan ini adalah kisah seorang ayah yang sangat mencintai putri kecil nya bahkan apapun akan dilakukan untuk sang putri kecil nya, meski pun hidup serba kekurangan mereka tetap menjalani hidup seperti biasa sampai suatu saat masalah kembali hadir di hidup nya. sang putri kecil kesayangan difonis penyakit kanker stadium akhir, hal itu sangat membuat Arman selaku ayah kandung nya mengalami ketekanan bantin dan harus bekerja lebih giat untuk biaya pengobatan sang putri meskipun berat ini adalah jalan takdir nya, ia melakukan nya dengan hati yang ikhlas serta rasa kasih sayang yang sangat besar. "ayah gimana kalo putri ayah inu pergi suatu saat nanti?" -alezi putriana azura- "ayah yakin putri ayah bisa sembuh lagi kayak dulu mau kan main sama temen temen lagi?" -Arman prasetyo- ⚠️ dilarang plagiat!! ini murni karya saya⚠️ jadilah penulis serta pembaca yang bijak tanpa mencomot tanpa izin karya orang lain karena tindakan itu tidak dibenarkan. selamat membaca semoga suka ya😊
All Rights Reserved
#2
seorangayah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Name Is Erwinda
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Paradise
  • Let Me Love You Longer
  • Eliinaa
  • About Naskala [on going]
  • acalapati
  • ANDAI AKU BISA

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines