Sastra dan Musik

Sastra dan Musik

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 29, 2022
Jika di tanya, "mbak kamu milih sastra apa musik?" Saya tidak akan pernah bisa memilih. Karena keduanya adalah sesuatu yang berharga bagi saya. "kasih kenapa kamu pilih musik? padahal jika di lihat kamu lebih sering membaca dan menulis sajak?" "karena musik bagian dari hidup ku. Sedangkan sastra itu kamu. Aku menulis karena kamu sastra, kamu yang tak akan pernah habis aku deskripsikan. Kamu adalah bagian sempurna dalam nada. Karena musik dan Sastra adalah satu kesatuan yang sama" ..... "Aku berusaha semampuku agar kisah ku dan sastraku selamanya. Pada dasarnya, semua hal itu akan kembali lagi pada Hukum alam. Kembali pada semesta dan hukum nya yang di pandang kuno." "Kau tidak akan bisa mengubah apa yang sudah menjadi jalan mu, Hukum semesta yang di pandang kuno dalam kesepanjang harinya memberi kisah sederhana antara aku dan kamu kasih. Terimakasih" ON GOING. Sedikit kisah tentang sastra. Saya menulis ini murni dari segumpal pikiran yang muncul dari otak saya. jangan lupa tinggalkan jejak. Terimakasih.
All Rights Reserved
#442
kasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MANAGER IDOL
  • [1]. Salju Pertama
  • SMILE FOR LIFE | HC
  • hard to love ; karina - taeyong
  • [ I ] PERCUMA - HAECHAN ✔
  • Broken melodies
  • Selembar Kertas || Haechan [TERBIT]
  • EPOCH. [√]
  • Sasaeng || Haechan
  • NA DAY'S | Na Jaemin [END]

jalan cerita hidupku terkesan membosankan bahkan terlalu banyak kejutan yang hingga kini ku sadari menjadi suatu hal yang biasa saja bagiku.aku tidak pernah berfikir untuk hidup menjadi sosok yang banyak di kenal oleh banyak orang terlebih di kenal oleh mereka yang hidup sebagai sosok publig figur. Karena semasa hidupku hingga kini yang ada di benaku hanyalah bagaimana caranya untuk tetap bertahan hidup.karena kehidupanku tidak seberuntung orang lain.begitu banyak rasa sesal yang perlahan menjadi tanya dari sebuah rasa syukur yang terlupakan. tugasku adalah selalu ada untuk mereka.hingga rasa asing itu berubah menjadi terbiasa.terbiasa akan suasana yang terlalu baru untuk kehidupanku yang begitu banyak kejutan aku bahkan sempat bertanya-tanya,apa mereka tidak pernah beristirahat.bagaimana mereka bisa menikmati pekerjaan yang amat melelahkan ini.di saat aku bahkan rasanya ingin segera mengakhiri segalanya. dan aku juga tidak pernah mengaharapkan.bahwa aku akan menjatuhkan perasaanku pada salah satu dari mereka.aku hampir tidak pernah merasakan jantungku berdetak kencang.setelah kepergian imo.itu terakhir kalinya aku merasa jantungku memompa kencang bahkan rasanya akan meledak. dan aku sadar bahwa seharunya dalam status seorang manager.ia ibaratkan langit dan aku tanahnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines