Sang Penggemar Luka

Sang Penggemar Luka

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 4, 2022
semua berawal saya sudah mulai beranjak dewasa awalnya hidup saya berjalan dengan baik saya menjalaninya layaknya manusia normal yang tidur tepat waktu makan tiga kali sehari tertawa tanpa merasa punya beban main sepuasnya dll.semua terasa menyenangkan namun seiring berjalannya waktu perlahan lahan saya sedikit sadar bahwa yang saya lakukan itu bukan selayaknya manusia normal yang melakukan apa saja dengan bahagia saya sadar apapun yang saya lakukan itu hanya untuk menutupi luka dalam diri saya semakin hari saya semakin menutupinya tanpa menyisahkan cela untuk org lain melihat diri saya yang sedang hancur. Akankah semua ini saya bisa disembuhkan mentalnya? Selayaknya orang lain yang tertawa lepas tanpa ada yang harus disembunyikan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Hopeless
  •  I Love You, Goodbye.
  • I'am Not A Virgin
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Jovandra
  • BINA

"Aku hanya ingin tidur ... tidur selamanya bersama Bunda." "Berani baca kisahku?" _ _ _ _ _ _ Aku Nino, cowok berkacamata yang selalu memakai jaket. _ _ _ _ _ _ Tekanan hidup membuatku depresi dan berakhir menyakiti diri sendiri. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi sering ... Aku? Apakah aku mampu? Menjalani hidup bagai neraka. Atau ... Haruskah Mati? _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ©Haruskah Mati? karya meitheoypt ~>Cerita ini sudah pernah dipublish tapi karena ada masalah, berakhirlah diunpub. Dan pada tgl 7 Sept 2021, cerita ini di-publish ulang [Akan langsung DIHAPUS setelah tamat, berani baca sampai akhir?] _______________________________________________ Nb: •Jika kamu makhluk Tuhan yang mengerti apa itu kerja keras, maka janganlah jarimu itu pelit 'tuk menekan bintang atau sekadar memberi komen •Jika kamu makhluk Tuhan yang PAHAM apa itu perjuangan, juga kebahagiaan seseorang, maka janganlah ada di benakmu niatan untuk memplagiat cerita karena sejatinya kami para penulis yang berjuanh dengan karya kami sudah terlalu capek menghadapi segala suka duka. Maka dari itu, mari kita ciptakan kedamaian Selamat membaca, semoga suka ^.^

More details
WpActionLinkContent Guidelines