Wir haben unsere Inhaltsrichtlinien aktualisiert.
Sieh dir die neuesten Richtlinien an, um weiterhin sicher Geschichten zu teilen.
Erfahre mehr
GIL
  • WpView
    GELESEN 1,585
  • WpVote
    Stimmen 398
  • WpPart
    Teile 14
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Jan. 26, 2022
WpInfo
Belletristik
Romantik
"Jadi bagaimana? Pulang atau tidur di tempatku lagi?" Di luar hujan turun begitu deras, tetapi suara Gil terdengar sangat dalam. Gil terdiam sejenak, tak mendapat jawaban. "Pulanglah, kau bukan gelandangan. Kau terlalu tua untuk membuat orang tuamu khawatir." Aku menoleh ke luar kaca mobil, mencari ingatan dua tahun yang lalu. "Pulang ke rumah yang mana, Gil?" -Rank #1 dalam Puitis (20 Januari 2022) #3 dalam Filosofi (22 Januari 2022)
Alle Rechte vorbehalten
#5
fiksimini
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Your Home [COMPLETE]
  • Become an Antagonist Fiance (SELESAI)
  • Persimpangan Langit (✔)
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Temporary |End|
  • Get Away From You [SELESAI]
  • DikaRanggi

"I miss the old you, about home." ____ Mereka selalu berkata tidak ada tempat yang jauh lebih baik dibandingkan rumah, hanya berada di rumah kamu bisa menjadi dirimu yang sesungguhnya tanpa harus mengenakan topeng yang begitu banyak. Namun tidak bagi seorang Radin Anggana. Murid baru dengan pandangan teduhnya yang selalu saja berkutat dengan perasaan dan pikirannya. Rumah baginya bukanlah tempat yang menyenangkan, melainkan suatu tempat yang selalu menyimpan memori menyakitkan. Ya, hingga dirinya dipertemukan dengan tiga orang di dalam hidupnya. Seorang gadis dengan sayatan di lengannya, lalu laki-laki yang selalu menatapnya sinis, dan laki-laki yang tidak bisa hidup sendiri. ____ "Gue pengen pulang dalam artian yang sesungguhnya, bukan seperti ini." -Radin Anggana- "Pulang ke rumah bagi gue itu adalah hal paling mengerikan, sama seperti halnya hidup dalam kesendirian dan kegelapan." -Dhei Pradipta- "Jika orang yang kesepian dikumpul menjadi satu, apa mungkin mereka tidak lagi merasa kesepian?" -Dimas Rayana- "Kalianlah alasanku untuk pulang. Seandainya suatu hari nanti kita pergi dan tidak saling bertemu satu sama lain lagi, setidaknya aku tidak akan pernah menyesal pernah mengukir kenangan itu di dalam memori" -Rein Yashiaka- _____ #928 fiksi remaja (01.03.20) #783 fiksi remaja (06.05.20)

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien