SELASA
  • WpView
    Reads 3,062
  • WpVote
    Votes 201
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 2, 2022
𝙎𝙀𝙇𝘼𝙎𝘼 𝘿𝘼𝙉 𝙆𝘼𝙈𝙄𝙎. "𝘔𝘢𝘮𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘰𝘥𝘰𝘪𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘒𝘢𝘺𝘭𝘢, 𝘈𝘯𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘮𝘦𝘯 𝘔𝘢𝘮𝘢." ******** "Dasar wanita tak punya harga diri! bisa-bisanya kamu ya ngejebak anak saya, saya pikir kamu perempuan baik-baik ternyata, kelakuan mu tak jauh dari jalang yang menjual tubuhnya. Cih menjijikkan." Sakit tentu saja. Siapa sih yang tidak sakit hati, Ketika diri kita sendiri dicap sebagai wanita tak punya harga diri yang merebut kebahagiaan orang lain untuk kebahagiaan diri sendiri. Bahkan Selasa jauh daripada itu. Kamis adalah sahabat Selasa dari kecil hingga sekarang, tetapi setelah masuk SMA Selasa mulai menjauhi Kamis sedikit demi sedikit, Karena Kamis yang telah mempunyai hubungan Khusus dengan teman satu sekolahnya. Hingga tiga tahun kemudian, jarak benar-benar membentengi mereka selayaknya jurang. Hingga selang kematian kedua orang tuanya yang baru saja beberapa bulan, kini dirinya harus berurusan kembali dengan Kamis, sahabatnya yang telah lama dia jauhi itu. Selasa tak tau motif apa yang membuat Kamis nekat menghamili dirinya dengan berakhir dirinya yang meminta tanggung jawab tetapi malah mendapatkan caci makian dan penghinaan dari keluarga Kamis. Selasa sungguh tak paham,yang dirinya bisa adalah menangis dan memohon kepada Kamis untuk menceritakan sejujurnya tentang peristiwa Kamis yang menghamili dirinya, tapi Kamis malah diam dan melanjutkan cerita kebohongan tersebut hingga hal tersebut membuat hidupnya benar-benar merasa hancur tak tersisa. Setelah kehilangan Keluarganya kini dirinya harus rela kehilangan mahkotanya dan menanggung rasa sakit hati sendiri. Hanya satu keinginan Selasa yaitu sebuah kebenaran. Akankah kebenaran itu terungkap, ataukah keberadaan itu akan tetap terjaga terjaga erat? Kalau mau tau jawabannya, silahkan baca ceritanya. ***** ©NO PLAGIAT!
All Rights Reserved
#282
pasangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • LIKE A FOOL
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Rainbow
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Me and Monday (lagi sambil direvisi)
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines