[ID] From South to North

[ID] From South to North

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 5, 2024
Ketika kamu mencintai seseorang, kamu akan melakukan apapun supaya bisa bersamanya. Tapi, kamu juga akan memiliki rasa takut akan kehilangan orang yang kamu cintai itu, entah itu karena orang lain, penyakit, kecelakaan, atau bahkan pilihan mereka sendiri. Ketika kamu kehilangan teman masa kecilmu, apakah kamu akan merindukannya, atau melupakannya? Nastasia adalah siswi anti-sosial kelas satu SMA yang tidak pernah tertarik pada hubungan apapun dan itu termasuk pertemanan. Dia selalu terlihat menyendiri, mengurus urusannya sendiri. Dia tidak punya teman dan tidak berniat untuk mencari teman juga. Tapi, semua itu akan berubah setelah ia sedang sendirian di rumah dan memutuskan untuk pergi ke kafe outdoor. Di sana, ia bertemu dengan seorang laki-laki yang santai dan mudah bergaul bernama Sean, yang kebetulan baru saja pindah ke kota. Bagaikan dua kutub magnet yang saling tarik menarik, keduanya selalu saja bertemu dengan satu sama lain. Bagaimana reaksi mereka ketika mereka mengetahui bahwa mereka bersekolah di sekolah yang sama. Akankah mereka menjadi teman? Atau mungkin sesuatu yang lebih? Apa yang akan Nastasia lakukan ketika dia mengetahui bahwa lelaki yang dia temui di kafe itu sebenarnya adalah "teman" masa kecilnya yang telah lama hilang, yang telah dia lupakan dan tidak lagi dia kenali? Bagaimana perasaannya mengetahui bahwa lelaki itu telah melakukan begitu banyak untuknya dulu dan sekarang, sementara dia hanya melakukan hal-hal buruk padanya. Akankah Nastasia memiliki keberanian untuk meminta maaf? Author's Note: Teman-temanku pada banyak yang request "From South to North" versi Indonesia. Sudah tersedia, nih! Selamat membaca!
All Rights Reserved
#2
familyandfriends
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Let Me Love You Longer
  • 🎀Sahabat Jadi Cinta🎀
  • Nata, De & Coco
  • Nayara [ TERBIT ]
  • (N)ever Be Real [END]
  • School Wala Love [Ongoing] - { JJk }
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  •  ANATHA
  • FIZYA
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines