~SEBUAH PENYESALAN ( ON GOING)

~SEBUAH PENYESALAN ( ON GOING)

  • WpView
    Reads 36,480
  • WpVote
    Votes 1,122
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 11, 2025
"Saya sama kamu itu tidak ada unsur cinta, saya menikahi kamu karena terpaksa!." Jawab Rey ketus Air mata yang akan mendarat di pipi Aisyah tidak bisa di tahan lagi, dan seluruh badan Aisyah ambruk ke bawah. "Sebegitu nya kamu benci aku mas. Apa aku punya salah sama kamu sampai kamu memperlakukan aku seperti ini, bahkan kamu nuduh aku, kamu percaya aku menampar ISTRI PERTAMA KAMU?!" Ucap Aisya dengan menekan orang yang memfitnah nya, siapa lagi kalau bukan istri pertamanya. "Kenapa tidak? Aku percaya pada istriku." ujarnya Sudah habis kesabaran Aisyah, ini untuk terakhir kalinya dia masih bertahan dan jika sudah waktunya dia akan pergi meninggalkan mereka. "Okay, fine thank you! tapi jangan kamu lupakan AKU juga istri kamu kalau kamu lupa . Because kamu sudah berhasil mematahkan hati aku, ini untuk terakhir kalinya aku bertahan di bahtera rumah tangga kita, kalau kamu masih sama seperti ini jangan salahkan aku kalau aku akan pergi selama-lamanya dan kamu tidak akan bisa menemukan aku kembali INGAT KATA-KATA INI!" Sudah habis kesabarannya setelah itu Aisyah pergi meninggalkan sepasang suami istri itu. Sumber foto: pinterest Edit by canva My first cerita jadi maaf kalau agak nggak nyambung:)
All Rights Reserved
#337
istrikedua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • MERAIH SURGA
  • My Love Destiny [REVISI]
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)
  • BUKAN PILIHAN KU
  • Moonlight Glow in the Heart [On Going]
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Cahaya Di Ujung Penantian
  • Qiyamah Senja-completed

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines