blessure secrète

blessure secrète

  • WpView
    LECTURAS 33
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 8, 2022
"Heh minggir lu!!" Bentak Kalista pada seorang gadis bermata sipit dengan kulit putih mulus. Sontak semua mata seisi kantin tertuju ke arahnya. Gadis itu hanya diam. Ia berdiri dan akan beranjak meninggalkan kantin yang mendadak sunyi itu. Tepat di samping telinga Kalista, gadis itu berbisik. "Boleh juga lawan gue" Bisik gadis itu dengan senyum smirk yang tidak terlihat orang lain. Kalista memandang gadis itu hingga ia menghilang meninggalkan kantin. Apa yang dimaksud gadis sialan itu? Segala kemungkinan memenuhi otaknya. Apa yang akan terjadi di hidupnya yang nyaris sempurna itu? Akankah kesempurnaan itu ada? Kalista akan mencari tahu sendiri.
Todos los derechos reservados
#394
pelakor
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Arunika
  • Clarandza
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • BULAN [Selesai]
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • Air Mata Elara
  • Dear of Natasya
  • PELANGI
Arunika

Baca aja duluu bestii, pasti menarik kok. Dijamin, hehe ____________ SMA Bumi Nusantara, sekolah terbaik di Indonesia. Dengan segudang prestasi yang mencetak para alumni berkualitas. Banyak media yang kerap memberitakan betapa unggulnya sekolah ini. Dan Keisya Renata, telah resmi menjadi bagian dari sekolah tersebut. Tapi Ironisnya, apa yang diberitakan tak sesuai realitas yang ada. Hukum dan sistem didalamnya tumpul ke bawah. Sekolah ini adalah surga bagi yang berkuasa, dan neraka bagi yang tak berdaya. Awalnya Keisya berpura-pura untuk tak peduli. Sampai akhirnya sebuah kasus menyeretnya untuk menjadi target para penguasa. Dari situlah perlawanan Keisya dimulai. ______ Keisya memejamkan mata. Napas gadis itu memberat. Ada dua hal yang bisa ia lakukan. Tetap diam, menahan semuanya, membiarkan ini berlalu begitu saja. Atau melawan. Tapi sialnya, darah Keisya sudah mendidih. Persetan dengan konsekuensinya. Tanpa peringatan, tangannya menepis cengkeraman Michella, lalu dalam gerakan cepat, ia memelintir tangan gadis itu. Michella berteriak. Wajahnya terkejut bukan main. Tapi Keisya tidak berhenti sampai di situ. Ia membalas jambakan tadi dengan lebih kasar, membuat Michella mengerang kesakitan. "Apaan sih lo?!" Michella mengumpat. "Apaan sih lo?!" Keisya menirukan nada suara Michella dengan mengejek. Lalu, dengan satu dorongan kuat, ia melempar tubuh Michella hingga gadis itu tersungkur ke lantai. Semuanya membeku. "Eh, berani banget sih lo-" Lucy maju, tapi Keisya lebih cepat. Satu tendangan terarah tepat mengenai perut Lucy, membuat gadis itu jatuh terduduk sambil meringis. Keisya menarik napas, lalu melempar tasnya ke lantai. Tangannya menggulung lengan seragam ke atas. "Yuk, rame-rame gue ladenin," tantang Keisya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido