Kekasih Tawanan

Kekasih Tawanan

  • WpView
    LETTURE 152
  • WpVote
    Voti 9
  • WpPart
    Parti 5
WpMetadataReadPer adultiIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, apr 3, 2022
Aku sangat mencintainya, tapi aku sadar tidak bisa bersamanya. Sehingga aku memilih untuk melepaskannya. Sungguh aku tidak tau jika itu awal dari kehancuranku. Dia menunjukan sifat aslinya. Mengeluarkan taringnya yang telah lama disembunyikan. Dia masih mencintaiku, tapi caranya mencintaiku berubah. Dia tidak lagi lembut padaku. Caranya kasar dan sangat dominan. Dia tidak segan menyakiti aku, jika dia merasakan aku akan pergi. Cintanya masih sangat besar. Sungguh aku dibuat tidak berdaya. Dia sungguh sepeti monster. Senyum, tawa dan suaranya berubah menjadi monster mengerikan untukku. Menerorku dan menghantuiku. Seandainya aku tau jika dia adalah laki-laki dengan gangguan jiwa. Aku tidak akan pernah mendekat padanya. lolos darinya. Bisakah aku lulus dari laki-laki yang menculik dan menyiksaku. Bagaimana caraku harus bertahan dari semua siksaannya?
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Memories in Moon
  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • Stay With Me
  • ISAAC; RED FLAG
  • TITANIUM [END]
  • TITIK TAKDIR
  • TAK BERSAMBUT
  • DREGAS: MY TOXIC BOYFRIEND
  • Misunderstand

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti