Kekasih Tawanan

Kekasih Tawanan

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 3, 2022
Aku sangat mencintainya, tapi aku sadar tidak bisa bersamanya. Sehingga aku memilih untuk melepaskannya. Sungguh aku tidak tau jika itu awal dari kehancuranku. Dia menunjukan sifat aslinya. Mengeluarkan taringnya yang telah lama disembunyikan. Dia masih mencintaiku, tapi caranya mencintaiku berubah. Dia tidak lagi lembut padaku. Caranya kasar dan sangat dominan. Dia tidak segan menyakiti aku, jika dia merasakan aku akan pergi. Cintanya masih sangat besar. Sungguh aku dibuat tidak berdaya. Dia sungguh sepeti monster. Senyum, tawa dan suaranya berubah menjadi monster mengerikan untukku. Menerorku dan menghantuiku. Seandainya aku tau jika dia adalah laki-laki dengan gangguan jiwa. Aku tidak akan pernah mendekat padanya. lolos darinya. Bisakah aku lulus dari laki-laki yang menculik dan menyiksaku. Bagaimana caraku harus bertahan dari semua siksaannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Promise You But Not
  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • TITIK TAKDIR
  • Dark
  • ELLARD OCEAN[END]
  • DREGAS: MY TOXIC BOYFRIEND
  • Memories in Moon
  • TITANIUM [END]
  • All of the stars [Bulan's]

Tidak ada yang tak mungkin untuk kita bertemu. Ya, bertemu untuk menentukan siapa yang akan kupilih sejak kau meninggalkanku hanya karena kau merasa mengkhianati sahabat sendiri. Bahkan cemburu dengan sahabat baruku. Sungguh naïf sekali dirimu itu. Melangkahkan kaki di tempat yang sama. Tersenyum tanpa alasan saat melihatku. Dibalik topi ada wajah penyesalan? Aku rasa tidak sama sekali. Bahkan raut sedih pun tidak ada, senyum itu tidaklah tulus sebagai rasa persahabatan yang indah. Sungguh mudah untuk melukai, tetapi sangatlah sulit mengembalikan kepercayaannya kembali. Sebuah ruang menjadi saksi bisu, buku antalogi menjadi saksi bersalah atas semua ucapan kotormu mengenai diriku. Maaf, aku memang berjanji, tetapi tidak padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines