Till Jannah

Till Jannah

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 23, 2022
Afra Syadza Syauqi, seorang gadis yg sejak dahulu sudah menjalin hubungan yang dinamakan 'persahabatan' dengan seorang gadis bernama Aqila Ghaniyya Syarif. Mereka tidak pernah luput untuk saling mengingatkan dalam hal apapun itu terutama kebaikan. Dua orang tersebut selalu bersama sejak mereka menginjak sekolah dasar hingga sekarang mereka mau memasuki perguruan tinggi. Namun, mereka sempat berpisah disaat mereka memasuki madrasah tsanawiyah di pondok yang berbeda. Akan tetapi, saat mereka sudah memasuki madrasah alawiyah mereka bersama lagi hingga sekarang akan masuk perguruan tinggi yang insyaAllah sama juga. "semoga kita tetep sahabatan sampe maut yang memisahkan kita ya ra" ucap Aqila. "aamiin... semoga ya qil" jawab Afra. Akankah mereka tetap bersama hingga maut yang memisahkan mereka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FREKUENSI RINDU
  • Topeng di balik Senyuman
  • HARBORED Feelings
  • Di Antara Keyakinan
  • Jannahmate
  • Kupu-kupu dan Senja ~TAMAT
  • DALAM DIAMKU ADA CINTANYA {END}
  • kisah cinta zeaka [nazea & shaka] [END]
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Keenasyaa (REVISI.)

Nara dan Alya, dua sahabat yang dipertemukan oleh dunia maya namun dipisahkan oleh dunia nyata. Nara, gadis sederhana dari sebuah kota jauh dari ibukota menyalurkan rindu lewat suara di gelombang radio, sementara Alya, yang kini sibuk dengan gemerlap popularitas dan cinta barunya di kota, perlahan menghilang dari frekuensi persahabatan mereka. Sebuah potongan lirik lagu di tengah siaran radio membawa Nara ke pusaran kenangan yang nyaris ia kubur. Namun, di balik rindu itu, tersimpan kecewa yang dalam-kecewa atas janji yang tak ditepati, atas pertemanan yang perlahan memudar tanpa kata perpisahan. Ketika kesempatan bertemu akhirnya datang, luka lama dan kata-kata yang tak pernah sempat terucap membuat mereka berdiri di persimpangan: bertahan dalam kenangan, atau melepaskan dalam keikhlasan? "Kadang, jarak dan waktu bukanlah pemisah, tetapi pengingat bahwa persahabatan sejati tak mengenal batas. Frekuensi yang terputus bukan berarti hilang, karena setiap detik yang terlewat selalu ada di dalam ingatan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines