Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
Treat Like A Queen

Treat Like A Queen

  • WpView
    LETTURE 10
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, nov 27, 2022
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
- Treat Like A Queen - Jadi anak cewek satu-satunya yang hidup dengan kedua orang tua dan enam saudara cowok. Kalau orang yang nggak tau pasti ngomong " Enak yaa jadi cewek satu-satunya di keluarga, pasti di perlakuin bagai ratu." Tapi beda cerita sama Shaqueena Arrabelle Garatama. "Queenn bantuin bunda motong sayur ini lhoo." teriak Bunda Nindy sambil jengkel "Queen anak gadis ayah yang cantik, nyapu gih halaman rumah kotor tuhh." kata Ayah Ed sambil senyum kalem kalau ada maunya. "nitip cuci piring y." singkat Kak Ellon "Eh adek tolong pasangin kancing kakak nih tadi copot pas kakak mau ngancingin." kalem Kak Dava, kakak kedua. "Ehh Queen bantu putusin pacar kakak dong nanti kamu pura-pura jadi pacar kakak terus kamu bilang jangan deketin kakak lagi nanti kakak langsung bilang kalo kakak lebih sayang kamu terus milih putusin dia, pliss mauu yaa yaa queen yang cantik dan tidak sombong." cerocos Kak Eja, kakak ketiga sambil mohon-mohon. "Kak Queen baik deh, lebih baik lagi kalo mau beliin es krim di minimarket depan rumah mwehehe." kata Vyan, adik pertama Queen sambil nyengir kuda. "Hhuuaa Kak Queen nggak adil masa yang di beliin Kak Vyan doang, byan juga dong Kak mwehehe." Kata Byan kembaran Vyan yang gaada akhlak. "Kak Queen kan tinggi terus adek tuh gak nyampe pas mau ambil botol yang di atas ituu, Kak Queen mau gak ambilin? kalau Kakak gak mau gakpapa ko adek pake botol yang lain aja." Kata Arka, adik terakhir yang pengertian. "Ya Allah pen nangis boleh nggak?, maunya Queen kan di Treat Like A Ratu bukan di Treat Like A Babu." keluh Queen. ______________________________________ Happy Reading Cerita ini diambil berdasarkan kisah nyata dengan bumbu-bumbu fiksi turut menyerta. Koreksi Typo, Vote, Comment, Follow Author sekalian mwehehe:) kirainrani
Tutti i diritti riservati
#36
babu
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Hello, "Mr. Perfectly Fine" [ HIATUS ]
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Aladin [SELESAI]
  • Arsyilazka
  • RASKAY : We Are Friend ? You Okay With That ? [END] ✅
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Love With My Brother [OPEN PO]

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti