That's Me Clarissa

That's Me Clarissa

  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, fev 7, 2022
"kenapa lagi mbak?" "mas saya minta no rekeningnya deh, nanti saya transfer uangnya" "ngga usahlah mbak lagian cuma 20.000 anggap saja saya sedekah kepada orang yang membutuhkan" balasnya membuat clarissa cengo, tak percaya dengan perkataan si cowo. "duluan ya mbak, lain kali jangan lupa bawa uang cash" ucap si cowo sambil berlalu pergi tanpa tau bahwa clarissa sedang menahan emosinya agar tidak meledak. Berawal dari hal yang tak terduga, bagaimana jadinya akhir kisah mereka.
Todos os Direitos Reservados
#90
clarissa
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • TRIPLETS J [ ON GOING ]
  • Being A Stupid Stepmother [END]
  • KISAH KITA (END)
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • ME AND MY SECRET (Hiatus)
  • Suddenly I felt in love
  • FARZAA
  • JANUARGHA
  • Boyfriend
  • Be With You (rewriten)

[ JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW TERLEBIH DAHULU, SEBELUM MEMBACA YA! ] SEQUEL - IBU ANTAGONIS Dina Gantari, seorang model dan istri dari CEO perusahaan ternama. Lahir dari keluarga sederhana membuatnya tidak pernah berpikir akan jalan hidupnya sekarang. Mengulang masa lalu yang begitu menyakitkan agar keluarga menjadi bahagia mampu membawanya merasakan kehamilan untuk yang kedua kalinya. Namun, kelahiran yang kedua itu tidak hanya dititipkan satu malaikat kecil, melainkan ada tiga malaikat kecil dengan dua anak laki-laki dan satu anak perempuan Mereka adalah tiga kembar yang tidak bisa diam dan ada saja tingkah yang selalu membuat orang disekitarnya menggeleng heran. Junaidi Arkawijaya, Jainudi Arkawijaya, dan Jovita Arkawijaya. Kisah mereka layak untuk diketahui oleh orang-orang disekitaran mereka. "Hidup tenang? Apa itu? Akan aku bakar dunia ini!" - Jovita Arkawijaya. "No comment, saya hidup untuk keluarga." - Junaidi Arkawijaya. "Kita hidup damai dalam keluarga, yang bukan keluarga ajak ribut saja." - Jainudi Arkawijaya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo