Family

Family

  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 28, 2025
Abraham dan Anindira harus pergi ke luar negri dan meninggalkan anak-anak mereka. Untuk mengurus cabang baru nya di negri orang, mereka terpaksa meninggalkan ke-delapan anak mereka dan menitipkan ke-tujuh anak mereka ke anak sulungnya-Raymond. --------------------------------------------- Raymond Oktavio Dharmendra. Kakak terbaik bagi ke-tujuh adik - adiknya. Kak Ray itu tegas dan ga pelit, kalau ngasih uang suka banyak-banyak. -Lani Kak Ray itu galak, tapi penyayang. -Xena Kak Ray itu nyebelin! Suka maksa! Tapi... Kata kak Ray itu semua demi kebaikan Nick. -Kenzo Kak Ray? Mm.. Gimana ya, dia itu emang baik tapi gua suka kesel ama dia ajarannya suka sesat tapi bikin enak. -Brandon Kak Ray itu pendiem, pinter, dan bijak. -Zayden Kak Ray ituu.. Apa yah, gua bingung mendeskripsikan nya. Ah, iyah, kaya judul lagu dan merek rokok SEMPURNA. -Leonardo Kak Ray itu baik. -Jeremy
All Rights Reserved
#34
sd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brothers
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • I LOVE SEBLAK
  • Yₐₖᵢₙ cᵤₘₐₙ ₜₑₜₐₙggₐ?
  • PRIDE OF JUNG'S
  • My Evil Girlfriend (End)
  • GRHYA : Arti Keluarga
  • Forever With Rain.
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines