POSSESSIVE UNCLE 2 ( BE MINE, UNCLE)

POSSESSIVE UNCLE 2 ( BE MINE, UNCLE)

  • WpView
    LECTURAS 817
  • WpVote
    Votos 35
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 8, 2022
Ciuman itu benar benar terasa panas di bibir kylie. Rasanya begitu dahsyat menjalar keseluruh syaraf tubuhnya yang juga ikut memanas. Bibir panas zhio mulai turun, perlahan menyusuri jenjangnya leher kylie hingga kearah yang lebih sensitif. Kylie benar benar dilema, rasanya ingin sekali untuk mendekap kepala zhio dengan sangat erat, ingin sekali mencurahkan hasratnya pada zhio yang sudah lama tak disentuh. "Ba by.." Kylie menemukan keberaniannya untuk memanggil zhio, ketika pria itu melepaskan lumatannya yang sedaritadi sudah membuat niple nya semakin membusung kedepan. Matanya sudah di penuhi oleh gairah yang menggelora, belum lagi dengan tangannya yang kini tidak tinggal diam. "Have you been fucked before?" Perkataan zhio memang membuat kylie terkejut, namun ada yang lebih mengejutkan lagi, selain jemarinya yang sudah menyingkapkan rok kylie dengan mudah, dan bermain di area intim yang selama ini selalu ia bayangkan akan seperti ini lagi. Lidahnya kelu, tidak bisa menjawab pertanyaan zhio. Namun berbeda dengan hatinya yang kini sudah mulai berkecamuk. 'damn you, even I have given birth to your child. Zhio..' "Apakah ada yang pernah memasuki mu?" Pertanyaan sarkas dari zhio membuat tubuh kylie mendidih. Ingin rasanya ia mendorong tubuh maskulin ini, meninju dada bidang itu dengan tangan mungilnya. Namun, niat itu ia urungkan. Bibirnya tersenyum simpul pada zhio yang masih mempertahankan posisinya. Menikmati sentuhan yang selalu di berikan zhio akhir akhir ini adalah sebuah anugrah dari tuhan, ya walaupun keintiman itu tidak sampai pada titik one night stand. "Tentu.." lirih kylie sembari mendorong tubuh zhio agar bisa turun dari atasnya. Ia bangun, segera merapihkan pakaiannya yang sudah dibuat kusut. Baru saja langkahnya akan meninggalkan ruangan zhio, namun sebuah tangan menghentikannya. Kylie berbalik menoleh kearah zhio yang sarat ingin mengucapkan sesuatu. "I need you, and I have to.."
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sweet Nothings [End]
  • Tunduk: Malam-Malam Milik Tuan
  • The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚
  • Side Chick ✅️
  • Falling for You - TERBIT
  • Queen
  • CENGKRAMAN DIRGA'S
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Little Fireflies
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins

Sinopsis : Larut malam, Yan Qing melaju melintasi jembatan lintas sungai, yang akan berlabuh di tengah jalan. Sepintas, dia melihat seorang pria tampan berdiri tidak jauh, jadi dia melangkah maju untuk meminta bantuan, tetapi dia tidak pernah memikirkan- Pria itu benar-benar meraih pagar, mengangkat kakinya yang panjang, dan hendak melompat dari jembatan. Yan Qing terasa seperti mimpi. Namun, dia menariknya keluar dan menyelamatkan Huo Yunshen, yang kejam dan kejam di dunia luar. Namun, bos keluarga Huo ini sangat tidak konsisten dengan imajinasi. Bukan saja dia secara misterius menghantui istrinya, dia seperti harta, dia bahkan berlutut, matanya merah, dia memohon dan dengan keras kepala memohon padanya: "Qingqing, jangan tinggalkan aku lagi." - Ada rumor bahwa keluarga Huo sudah mati dan dicintai, jadi mereka akan bersikap dingin dan tidak simpatik, dan bahkan tidak melihat wanita. Tidakkah mengharapkan bintang kecil yang memulai debutnya segera merangkul pahanya? ! Orang dalam menyatakan di mana-mana: "Itu hanya stand-in yang terlihat seperti cinta lama, apa yang bisa dibanggakan!" Tak lama, "Bintang Kecil" Yan Qing memegang hadiah utama dan tersenyum manis di depan kamera: "Secara resmi mengklarifikasi, cinta lama Tuan Huo adalah milik saya." Malam itu, Huo Yunshen datang ke tempat kejadian secara pribadi, melepas mantelnya dan membungkusnya dalam pelukannya. Menghadapi wartawan yang tak terhitung jumlahnya, ia hanya mengatakan: "Tidak ada cinta baru dan cinta lama, aku satu-satunya dalam hidupku." - Yan Qing tidak tahu bahwa ia telah kehilangan ingatannya. Saya tidak tahu ... Ada seorang pria di dunia ini yang, dalam tiga tahun sejak dia kehilangan nyawanya, sama gilanya dengan mati. *Author : Chuan Lan

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido