Dia Memilihmu

Dia Memilihmu

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 18, 2022
"Makanya, kalo nyebrang itu lihat-lihat dong. Mentang-mentang masih muda bisa lari-lari seenaknya di jalanan." Si pengendara motor itu tak ada niatan sedikit pun untuk meminta maaf kepadanya. Pria berkulit kecoklatan itu langsung meninggalkannya di tengah jalan, takut ia akan disalahkan atas insiden itu. Kerumunan itu membubarkan diri, walaupun dengan terpincang-pincang gadis ini melanjutkan perjalanannya menuju sebuah rumah sakit. Tiba-tiba ada yang menepuk bahu kanannya. Ia menengok dan mendapati seseorang dengan jaket hitam dan helm berlogokan naga putih di sisi kanannya. Ia menyodorkan bungkusan hitam kepada gadis itu, lalu bergegas pergi. Gadis itu keheranan dengan apa yang baru saja ia terima, mulanya ia memasang tampang curiga. Setelahnya orang itu pergi tanpa pamit ia berjalan tergesa menuju motornya yang terparkir di pinggir jalan. Ada apa dengan dirinya? Wajahnya terasa menghangat ia rasa pipinya memerah.
All Rights Reserved
#619
playboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • gadis boneka? (END)
  • β€’ D I V I N E__ D E C R E E, FA T E β€’
  • #5 Reasons Why I Love You - END
  • 4Ø4: not found.
  • The Bridge Between Me and You [End] Jilid 1
  • Terikat Dengan Ketua MafiaπŸ”žβœ…
  • Bertaut Rasa (Gratis)

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines