Anggoro
  • WpView
    Reads 227
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 28, 2022
WpInfo
Fiction
Mystery
Menceritakan sebuah keluarga sempurna yang memiliki kejahatan besar di antara anggota keluarga tersebut. Tama, sang anak bungsu mencoba untuk membongkar setiap kejahatan yang dilakukan oleh orang tua dan saudara-saudaranya. Akan kah dia berhasil membongkar setiap noda itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • Youngest Gang
  • transmigrasi: Altharka (END)
  • Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu
  • Behind the mysterious story of twins
  • KATANYA CEMARA
  • The Secret of Hope : Perjuangan dan Air mata
  • Demi keluarga ✅
  • Sea Gentala (Tamat) ✔️

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines