Destiny

Destiny

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 19, 2022
Sorban putih milikmu yang melambai akibat tiupan angin itu membuat mataku terpana. Petang ini, hari terakhir aku dapat mendengar suara merdu dari balik pintu rumah. Wajah putih bersinar milikmu akan menjadi memori paling berharga yang aku punya. Namun bukan itu yang menjadi sebab syukur paling keras yang aku langitkan pada Tuhan. Tetapi pertemuan denganmulah, yang membuat jiwa kejiku tersadar dan kembali pulang. Musholla, Mukena, serta muhasabah yang Kau berikan padaku disetiap subuh tiba. Maka ketika esok hari mentari menampakkan jingganya, aku tidak akan lagi menemukanmu disana. "Jangan kembali ke jalan yang rusak itu, Zahra." ucapmu ketika aku akan menaiki kereta menuju kota selanjutnya. Anggukan singkatku menjadi perpisahan paling indah bersama kepingan kenang di pukul lima petang. Sampai jumpa, aku harap aku masih bisa melihat dirimu di pertemuan selanjutnya.
All Rights Reserved
#76
yusuf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ''' REGRET AND HOPE ''' [ SELESAI, END]  Fajri Un1ty And Member Un1ty
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Full Of Scratches
  • Arta & Azkia
  • Mafia Husband (Alexander Reiner)
  • Cinta Dua Hati [REVISI]
  • PORTRAIT ☑
  • reminisce before I go
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]

[ SELESAI ] "Andai saja waktu itu aku tak menyia-nyiakan cinta dari dirinya dan tak mencintai yang lain mungkin penyesalan yang terus membuatku tak tenang tidur selama 6 tahun Takakan pernah terjadi dan dia yang selalu ada untukku taakan melepaskan ku dengan seperti ini,,aku ingin kau kembali kau harus tetap menjadi miliku maaf kan aku yang selalu mengacuhkan mu menyakitimu dan mengecewakan mu,,aku akan membawamu kembali ke pelukan ku ". - Maulana Fajri - Aku tak pernah menyangka akan berada dititik sesedih dan serapuh sehancur ini - Zahra Damariva Victoria Aku tak bermaksud seperti itu. aku hanya terjebak oleh rasa sedih yang terus berlanjut hingga aku memilih dia sebagai orang yang kucintai - Shira Davidson

More details
WpActionLinkContent Guidelines