Masa Kita

Masa Kita

  • WpView
    GELESEN 90
  • WpVote
    Stimmen 49
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., März 18, 2022
WpInfo
Belletristik
Romantik
"La, lo jangan bikin gue stress gini dong, ngomong kek 'Kak Alkaf ganteng' kalo gak gue paksa aja gak mau." Aneh, sekarang malah Alkaf sendiri yang terlihat kesal. Sadar jika dirinya terdengar kasar, Alkaf berdehem lalu mengajukan pertanyaan, berharap nada tingginya tadi sekarang sudah hanyut di telan angin dan Lava melupakan itu. "Lo maafin gue kan La?" Tanya Alkaf. Lava tersenyum mendekat untuk mengusap rambut Alkaf yang ikal itu. Bahkan gadis itu memperlihatkan giginya juga matanya yang jadi sipit karena tersenyum. Alkaf jadi tertular. "Ciee yang beneran sayang," ujar Lava lalu terkekeh. Sejenak tubuh Alkaf jadi jely saat itu juga, apa tandanya Lava memaafkan dirinya? Apa maksud semua ini. Alkaf cuma ingin bilang "Bunda Alkaf lagi kasmaran," ucapnya pelan. Alkaf menggigit bibirnya sendiri, mengusap rambutnya sambil jalan memutar seperti orang bingung, tapi tentunya di iringi senyum. Alkaf baper, bahkan sekarang Lava sudah menjauh tanpa disadari nya. "La, eh?" Alkaf menyapu pandang, ternyata benar gadis itu sudah pergi entah kemana, padahal taman ini luas. "Seru banget ya hubungan mereka," "Iya, gue jadi tertarik buat gabung." ʚɞ●ʚɞ●ʚɞ Alkaf yang katanya playboy, badboy, dan kiyowo boy pastinya. Bertemu dengan Lava, gadis manis penuh tanda tanya.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • DAKSA [END]
  • ALSYA
  • They Don't Know About Me!!!
  • the other side
  • Possesive Playboy
  • Arsyilazka
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Akhir dari Kita[END]
  • Love & Enemy

Satu hari sebelum mawar putih layu dia pernah berkata, "Jangan takut kehilangan. Karena sejatinya hidup adalah tentang kembalinya ke pelukan Tuhan." Saffiyah adalah gadis yang menduduki peringkat akhir di sekolah hal itu membuat Saffiyah mendapatkan perlakuan kasar dari sang Papa. Disatu sisi dia juga bahagia bisa menjadi pacar dari cowok paling pintar di sekolah. "Boo?" "Ya." "Saat aku udah nggak kuat untuk bertahan. Aku mau kamu tetap jadi Boo yang aku kenal. Jangan pernah berubah dan jangan pernah menyepelekan hal kecil yang membuat kamu kehilangan. Karena kamu nggak tahu kalau hal kecil yang kamu abaikan bisa menjadi penyesalan kamu." "Saf?" "Boo, aku udah nggak kuat. Sakit banget rasanya."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien