I Love You, but...

I Love You, but...

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 3, 2024
"I Love you, Jericho." Adalah kalimat terakhir yang terucap sebelum Theo menghilang dari pandangan Jericho dan Jena. Perasaan yang tak dapat diungkapkan. Perasaan yang tabu. Perasaan yang aneh, dan gila. Theo sadar dirinya tidak normal. Namun perasaan ini susah ia kendalikan. Menghapus perasaan ini, butuh waktu. Namun waktunya selalu terisi oleh hadirnya Jericho. Jena sendiri bukanlah pengganggu ataupun perusak hubungan. Dia hanyalah perempuan yang tak sengaja terjebak dalam lingkaran cinta yang rumit. Ia mencintai salah satunya, namun tak bisa bersatu dengan yang ia cintai. Perasaan, rasa suka, dan kesadaran. Akankah mereka semua bisa bersatu dalam satu jiwa yang utuh? Tak dapatkan seseorang menjadi egois? Haruskah perasaan ini dihapus? Highest Rank ⭐ #5 Truth [30/06/24]
All Rights Reserved
#34
jena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  • Strong Girl Michella (END)
  • KIARA [End]
  • Iqbaal & Dhea || END
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • G.H.E.A ✔[END]
  • Sepasang Sepatu #End

"Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang kehilangan, tentang memilih siapa yang nyata, dan siapa yang cuma ilusi." "Kalau cinta itu sederhana, kenapa aku selalu jatuh pada yang paling rumit?" Giza nggak pernah nyangka satu pertemuan bisa membuka pintu masa lalu yang udah lama ia kunci. Tapi ketika satu nama kembali muncul-dengan wajah, rasa, dan kehadiran yang nggak bisa dia abaikan- semua jadi kabur: siapa yang nyata, siapa yang cuma bayang-bayang. Dan ketika hati mulai goyah, Giza harus menelan kenyataan: nggak semua luka bisa sembuh hanya karena kita ingin melupakan. Kadang... yang bikin kita kembali justru luka yang nggak pernah pergi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines