R U M A H
  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 5, 2022
Hello friends, merut kalian apasih itu rumah?? Pastinya nyaman, tentram, dan harmonis kan? Bagaima jika rumah itu penuh dengan kebencian, penuh caci maki, bahkan hampa. Apakah itu masih layak dikatakan rumah? Ini kisah ku...... Jangan dijudge ya karena aku masih pemula bikin cerita :)
All Rights Reserved
#797
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why Me? || Zhong Chenle
  • The Real Family ?
  • RUMAH KITA
  • RUMAH|family issues
  • Strongers Of Broken Home💔
  • 𝑾𝒉𝒆𝒓𝒆 𝑰𝒔 𝑴𝒚 𝑯𝒐𝒎𝒆?
  • Ayah, Ibu, Kemana Aku Harus Pulang? (On going)
  • Place That Called Home
  • apa itu rumah???
  • Broken Home

(BROTHERSHIP + FAMILY) Jika mendengar kata rumah, apa yang langsung terlintas dipikiran? Mungkin orang akan berkata; itu seperti sebuah bangunan hangat, yang setiap kita datang membuka pintu, akan selalu ada orang-orang yang menyambut kita dengan senyum lebar. Tempat yang selalu membuat kita aman dan dapat berteduh dari kekacauan dunia. Atau kita melihat rumah seperti bangunan yang tidak mempunyai arti khusus, yang meski pulang dengan keadaan kacau balau, kita tetap tidak merasa keramahan dunia. Terkadang kita harus mengerti bahwa tidak semua rumah itu ramah. Tidak semua rumah bisa dijadikan tempat pulang, beberapa rumah justru memberi luka paling banyak. "Apakah suatu saat aku juga akan menemukan keharmonisan dalam kata pulang? Atau justru sama sekali tidak?" Pertanyaan itu selalu muncul setiap kali Naren menginjakkan kakinya di bangunan hampa yang ia sebut sebagai rumah. Naren selalu iri, iri dengan mereka yang memiliki keharmonisan dalam kata 'pulang.'

More details
WpActionLinkContent Guidelines